Sumsel, Nusantara Media - Sebuah jembatan hauling batu bara milik PT Servo di kilometer 38, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, dilaporkan mengalami penurunan struktur yang mengkhawatirkan. Jembatan ini, yang melintasi jalan umum masyarakat di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tanah Abang, menjadi sorotan karena diduga hanya diperbaiki secara kosmetik di bagian luar, sementara posisinya telah bergeser dari kondisi semula akibat beban muatan tronton batu bara yang melintas secara intensif.
Menurut laporan warga setempat, jembatan tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius, seperti penurunan pada besi plat (girder) yang terlihat jelas.
Beny, yang sering melintas di area tersebut, membenarkan bahwa struktur jembatan telah menurun dan berpotensi ambruk kapan saja. "Jembatan itu sudah mulai turun, bisa jadi sewaktu-waktu runtuh. Sewajarnya harus diperbaiki secara menyeluruh," ujar seorang warga yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari jembatan, seperti dikutip dari penyampaian masyarakat.
Penyebab utama kerusakan diduga berasal dari aktivitas angkutan batu bara yang melebihi kapasitas jembatan. Jalan umum yang dilintasi jembatan ini sangat ramai, menghubungkan aktivitas masyarakat maupun perusahaan, sehingga keruntuhan potensial dapat menghambat mobilitas dan bahkan merenggut nyawa. Hal ini semakin mengkhawatirkan mengingat pernah terjadi insiden serupa, di mana jembatan penghubung Kabupaten Lahat dan Kabupaten Muara Enim ambruk akibat beban angkutan batu bara.
Pihak PT Servo belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan ini, namun warga mendesak agar dilakukan perbaikan mendalam untuk mencegah bencana. Pemerintah daerah Kabupaten PALI diharapkan segera melakukan inspeksi dan tindakan preventif, mengingat jembatan berada dekat dengan pemukiman penduduk yang membuat masyarakat resah.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!