Bandung Barat, Nusantara Media - Kecelakaan ini melibatkan empat kendaraan, termasuk dua truk dinas TNI dari Batalyon Arhanud 3 dan dua sepeda motor. Pengemudi truk TNI pertama (No. Dinas 6719-III) adalah Kopral Dua Muhamad Ritwan (34 tahun, alamat Jl. Menado No. 12, Bandung). Pengemudi truk kedua (No. Dinas 7330-III) adalah Prajurit Kepala Galieh Aditya Juliandra (31 tahun, alamat serupa). Korban tewas adalah AIPDA M. Jerry Sonconery, S.H. (41 tahun, Bhabinkamtibmas Polsek Cisarua) sebagai pengendara motor dinas Polri (No. Dinas 290016-51-VIII), dan AIPTU Hendra Kurniawan (44 tahun, rekan satu kesatuan) sebagai penumpang. Dua korban luka ringan dari sepeda motor Honda Beat (No. Pol D-3676-UAT) identitasnya masih dalam penyelidikan. Korban polisi tersebut baru saja menyelesaikan evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua.

Tabrakan beruntun terjadi ketika truk TNI pertama menabrak bagian belakang dua sepeda motor yang melaju searah, menyebabkan keduanya terdorong ke depan dan menabrak truk TNI kedua. Akibatnya, dua anggota Polri meninggal dunia di tempat (MD: 2), sementara dua korban dari motor Beat mengalami luka ringan (LR: 2) tanpa luka berat (LB: -). Kerugian materi diperkirakan Rp2.000.000. Kejadian ini menambah tragedi di kawasan yang baru saja dilanda longsor besar, dengan puluhan korban hilang termasuk dugaan 23 anggota TNI.

Peristiwa berlangsung pada hari Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 15.30 WIB, hanya beberapa jam setelah longsor dini hari yang memicu operasi evakuasi.

Lokasi kejadian di Ruas Jalan Tugu 2, tepatnya Kampung Cimeta RT. 003 RW. 009, Desa Tugu Mukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Jalan ini berupa aspal baik dengan lebar 4,5 meter, bahu jalan 0,5 meter, dua arah, berkelok dan menurun ke arah Pasir Langu, tanpa marka jalan atau pencahayaan, serta berada di lingkungan permukiman dengan status jalan desa.

Penyebab utama masih dalam penyelidikan, tetapi diduga faktor manusia seperti kecepatan sedang truk TNI yang tidak terkendali. Faktor kendaraan dan kelengkapan berkendara (SIM, STNK) juga sedang diselidiki. Cuaca cerah sore hari dengan jalan kering tidak menjadi penyebab utama, meski geografis jalan berkontur berkelok memungkinkan risiko tinggi. Tidak ada faktor lingkungan signifikan selain permukiman padat.

Menurut kronologi, truk TNI pertama datang dari arah Cisarua menuju Pasir Langu dengan kecepatan sedang, kemudian menabrak motor Beat dan motor Polri dari belakang. Kedua motor terdorong ke depan dan menabrak truk TNI kedua. Korban Polri meninggal di TKP, sementara korban luka dibawa ke RS Cibabat Cimahi. Tindakan polisi mencakup olah TKP, evakuasi barang bukti, pemeriksaan saksi, dan koordinasi dengan Subdenpom Cimahi. Rencana lanjut: pemeriksaan saksi mendalam.

Kegiatan penanganan berjalan aman, lancar, dan tertib, meski kawasan Cisarua sedang dalam status darurat bencana longsor dengan korban tewas mencapai 8 orang dan 82 hilang. Masyarakat diimbau waspada di jalan berkontur serupa, terutama saat operasi bencana.