Pandeglang, Nusantara Media – Isu hoax berupa tuduhan yang sempat viral melalui status WhatsApp (WA) dan media sosial (medsos) akhirnya diselesaikan secara damai melalui musyawarah.

Acara musyawarah ini digelar di Kantor Sekretariat Forum Komunikasi Aktivis Selatan (FK-PAS) di Pandeglang, Banten, dan menjadi contoh penyelesaian konflik sosial tanpa melibatkan ranah hukum formal.

Musyawarah yang berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026, dipimpin langsung oleh H. Raki Jubaedi, S.H., selaku Ketua Forum BPD Kabupaten Pandeglang.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah awak media, termasuk Ahyar dari Aliansi, Rubel dari media KPK, M. Sahib dari Global Res Tv, serta Santana dari media Sidik Berita.

Lokasi musyawarah berada di Jalan Teluk Lada Km 2, Desa Mekarjaya, Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten.

Isu ini bermula dari postingan Amin di status WA dan berbagai platform medsos, yang menyebarkan tuduhan dan menjadi viral di kalangan masyarakat, khususnya di wilayah Cibaliung, Banten. Tuduhan tersebut menimbulkan reaksi beragam dari netizen dan menjadi perbincangan luas di masyarakat. Namun, melalui proses musyawarah yang melibatkan para pihak terkait, kesepakatan bersama berhasil dicapai secara kekeluargaan.

Menurut H. Raki Jubaedi, penyelesaian ini menekankan nilai-nilai budaya lokal Banten, yaitu dialog dan musyawarah mufakat. "Kami telah mencapai titik temu yang memuaskan semua pihak, dan ini menjadi contoh bagaimana isu sosial bisa diselesaikan secara kekeluargaan," ujarnya usai acara.

Ia juga berharap kehadiran awak media dapat menyampaikan informasi akurat untuk menghindari spekulasi lebih lanjut di masyarakat.

Penyelesaian isu hoax ini menjadi sorotan nasional karena menyangkut topik sensitif seperti di era digital, di mana informasi palsu mudah menyebar melalui medsos. Pihak FK-PAS menyatakan bahwa forum semacam ini akan terus digalakkan untuk menangani berbagai konflik sosial di wilayah selatan Banten. Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia dalam menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab, guna mencegah penyebaran hoax yang merugikan.

Dengan pendekatan musyawarah ini, diharapkan dapat mengurangi potensi konflik serupa di masa depan, sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah maraknya isu digital di tanah air.