Beekasi, Nusantara Media - Babinsa Koramil 04/Babelan yang dipimpin Peltu P. Hutasoit, bersama Serka Nasan, serta dibantu personel Komcad Serda Amrizal dan Serda Kusmayadi. Turut terlibat Kepala Desa Buni Bakti Sidi Sumardi HM, Kepala Dusun 6, Ketua RW 14, Ketua RT 25, Trantib Desa, serta warga setempat. Danramil 04/Babelan Kapten Inf Windiarto turut mengonfirmasi kegiatan tersebut.

 
Evakuasi warga terdampak banjir, khususnya lansia dan warga sakit, menggunakan perahu karet. Banjir merendam Perumahan Taman Plamboyan, RT 25 RW 14, Desa Buni Bakti, dengan ketinggian air 70-85 cm akibat hujan deras sejak malam sebelumnya. Total 59 rumah terendam, memengaruhi 123 jiwa di RW 14.  Jumat, 30 Januari 2026. Banjir mulai merendam sejak malam hari sebelumnya (Kamis malam, 29 Januari 2026), seiring banjir luapan yang masih melanda Kabupaten Bekasi hingga akhir Januari 2026.


Perumahan Taman Plamboyan, RT 25 RW 14, Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Wilayah ini termasuk salah satu titik terdampak parah dalam banjir besar Kabupaten Bekasi yang mencapai 173 titik di 49 desa dan 16 kecamatan.

  
Banjir terjadi akibat curah hujan deras berkepanjangan, menyebabkan genangan air tinggi dan memaksa evakuasi darurat bagi warga rentan (lansia dan sakit) agar terhindar dari risiko kesehatan dan keselamatan. Aksi ini bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung masyarakat saat bencana alam.

 
Tim Babinsa menggunakan satu unit perahu karet untuk mengevakuasi warga. Kegiatan dilakukan bersama unsur pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Pasca-evakuasi, Babinsa bersama unsur terkait terus memantau situasi, mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan.

Kepala Desa Buni Bakti Sidi Sumardi HM mengapresiasi kesigapan Babinsa:  
“Aksi Babinsa terbilang sangat cepat dan tepat. Kehadiran mereka sangat dirasakan oleh warga, terutama lansia dan warga yang membutuhkan pertolongan.”

Danramil 04/Babelan Kapten Inf Windiarto menegaskan:  
“Kami instruksikan Babinsa untuk selalu siaga dan responsif terhadap kondisi darurat di wilayah binaan, khususnya saat terjadi bencana banjir.”

Hingga berita ini dirilis, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga di tengah banjir yang masih berlangsung di sebagian wilayah Kabupaten Bekasi.