Banten, Nusantara Media - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis informasi prospek cuaca mingguan untuk wilayah Provinsi Banten, yang mencakup periode dari Senin, 2 Februari 2026 hingga Minggu, 8 Februari 2026
Rilis ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi masyarakat dalam menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi memengaruhi aktivitas sehari-hari, seperti pertanian, transportasi, dan kesehatan.
BMKG sebagai lembaga resmi pemerintah Indonesia yang bertanggung jawab atas pemantauan dan prakiraan cuaca, telah menyusun prospek ini berdasarkan data satelit, model atmosfer, dan pengamatan lapangan. Peringatan dini juga disampaikan melalui akun resmi seperti @bmkgwilayah2 untuk wilayah Banten.
Prospek cuaca mingguan menunjukkan pola cuaca yang dominan berawan dengan interupsi hujan ringan di sebagian besar kabupaten dan kota di Banten. Untuk Kabupaten Pandeglang, cuaca hujan ringan diprediksi pada 2, 7, dan 8 Februari dengan suhu 23-28°C dan kelembapan 77-98%. Di Kabupaten Lebak, hujan ringan lebih sering terjadi hampir setiap hari mulai 2 hingga 8 Februari, suhu 21-26°C, dan kelembapan hingga 99%. Sementara di Kabupaten Tangerang, hujan ringan pada 2 dan 8 Februari, dengan cuaca berawan dan cerah berawan di hari lainnya, suhu 22-29°C, kelembapan 71-98%.
Secara keseluruhan, pengaruh monsun Asia dan angin baratan meningkatkan potensi cuaca signifikan di wilayah selatan Indonesia, termasuk Banten.
Prospek ini berlaku efektif mulai Senin, 2 Februari 2026 pukul 00:00 WIB hingga Minggu, 8 Februari 2026 pukul 23:59 WIB. Peringatan dini khusus untuk hujan sedang hingga lebat diberlakukan pada 1-2 Februari, yang dapat meluas ke awal pekan. Pembaruan cuaca harian dapat dipantau secara real-time melalui situs BMKG.
Fokus utama pada Provinsi Banten, termasuk kabupaten seperti Pandeglang, Lebak, Tangerang, serta kota-kota seperti Tangerang Selatan dan Serang. Potensi hujan lebih tinggi di wilayah Tangerang Raya pada awal Februari.
Informasi lebih rinci hingga level kelurahan tersedia di
Rilis ini dikeluarkan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko banjir, longsor, atau gangguan lalu lintas akibat hujan. Di tengah musim hujan yang dipengaruhi gangguan atmosfer seperti monsun Asia, BMKG menekankan pentingnya persiapan dini guna meminimalkan dampak negatif pada kehidupan sehari-hari dan ekonomi lokal.
Prakiraan disusun menggunakan teknologi pemantauan cuaca canggih, termasuk radar, satelit, dan model prediksi. Masyarakat dapat mengakses detail melalui website resmi BMKG atau aplikasi mobile. BMKG juga merekomendasikan menghindari aktivitas luar ruangan saat hujan lebat dan memantau peringatan dini untuk keselamatan.
Dengan prospek ini, BMKG berharap masyarakat Banten dapat lebih siap menghadapi variasi cuaca pekan ini. Tetap update informasi terkini untuk menghindari risiko tak terduga.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!