Pandeglang, Nusantara Media - Sebuah kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah di Kampung Pasir Eurih, Desa Sindanglaya, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Minggu malam (1/2/2026). Peristiwa ini menyebabkan kerugian materiil mencapai sekitar Rp100 juta, termasuk rumah yang ludes terbakar, satu unit kendaraan roda dua, serta surat-surat penting milik pemilik rumah. Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka dalam insiden ini.


Menurut Kapolsek Pagelaran, AKP T.B. Saefudin, S. H.  kejadian bermula sekitar pukul 21.00 WIB. Korban utama adalah Mimi (45 tahun), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di  Kampung Pasir Eurih RT 001/RW 004, Desa Sindanglaya. Kebakaran pertama kali diketahui oleh warga setempat, dan tim pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang segera merespons dengan satu unit mobil damkar. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WIB, setelah upaya bersama antara petugas dan warga sekitar.


Dua saksi mata, Amid (39 tahun, wiraswasta) dan Abdul Mujid (21 tahun, wiraswasta), yang juga bermukim di Kampung Pasir Eurih, Desa Sindanglaya, menyaksikan api dengan cepat melahap bangunan rumah. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, namun diduga berasal dari faktor internal rumah tangga, seperti korsleting listrik atau kelalaian penggunaan peralatan rumah.


Kerugian yang ditaksir mencapai Rp100 juta ini menjadi pengingat bagi masyarakat luas tentang pentingnya pencegahan kebakaran, terutama di wilayah pedesaan yang rentan terhadap bencana semacam ini. BPBD Kabupaten Pandeglang menekankan agar warga meningkatkan kewaspadaan, seperti memeriksa instalasi listrik secara rutin dan menghindari penggunaan api terbuka di musim kemarau.


Pihak kepolisian dan BPBD sedang melakukan investigasi mendalam untuk menentukan penyebab pasti dan mencegah kejadian serupa. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap risiko kebakaran, mengingat data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peningkatan insiden kebakaran rumah tangga di berbagai provinsi akibat faktor cuaca dan kelalaian manusia.