Aksi mendebarkan tersaji di ajang balap touring bergengsi ketika Matthew Payne sukses keluar sebagai pemenang dalam pertarungan sengit sepanjang 79 putaran. Pembalap muda berbakat ini berhasil menahan gempuran habis-habisan dari Anton De Pasquale dengan keunggulan tipis hanya tujuh persepuluh detik saja di garis finis. Kemenangan dramatis ini tidak hanya sekadar trofi biasa, melainkan tiket emas krusial bagi sang pemenang untuk mengamankan posisi sebagai unggulan teratas dalam perebutan gelar juara umum Supercars.

Bagi De Pasquale yang membesut mobil dari Team 18, balapan pamungkas ini merupakan skenario hidup-mati yang wajib dimenangkan demi menjaga asa melaju ke babak selanjutnya. Tekanan luar biasa terlihat jelas sepanjang paruh kedua lomba ketika ia terus memangkas jarak dan memberikan ancaman nyata kepada sang pemimpin balapan. Sayangnya, meski telah mengerahkan kemampuan terbaiknya hingga batas maksimal, ia harus puas finis di posisi kedua dan mengubur impiannya lolos ke babak penentuan.

Keberhasilan gemilang ini memastikan tempat bagi Payne di jajaran empat besar pembalap elite yang akan saling bunuh memperebutkan mahkota juara Supercars di Adelaide. Ia tidak akan sendirian di barisan depan, sebab hasil keseluruhan akhir pekan ini juga meloloskan nama-nama besar lainnya seperti Broc Feeney dari skuad Triple Eight, Chaz Mostert yang membela panji Walkinshaw TWG, serta Brodie Kostecki dari Dick Johnson Racing yang sebelumnya sudah mengunci tiket berkat kemenangan sensasional sehari sebelumnya.

- Advertisement -
Advertisement

Jalannya lomba sendiri diwarnai berbagai drama teknis dan insiden di atas lintasan sejak lampu start padam. Pertarungan awal sempat berjalan seimbang sebelum keunggulan posisi grid bagian dalam dimanfaatkan secara sempurna oleh pembalap Grove Racing untuk melakukan aksi holeshot krusial. Di sisi lain, drama langsung menimpa Kostecki yang diganjar hukuman penalti drive-through akibat mematikan mesin sebelum mencapai kotak start, sebuah kesalahan elementer yang membuatnya harus rela merosot drastis dari posisi keempat ke urutan ke-23 pada putaran ke-11.

Baca Juga Keputusan Berisiko Team 18 dan Selamatnya Anton De Pasquale

Ketatnya strategi pit stop turut memainkan peran masif dalam menentukan alur balapan di sirkuit jalan raya Adelaide yang terkenal tanpa ampun. Rekan setim Payne, Kai Allen, sempat mencuri perhatian dengan merangsek ke posisi keempat sebelum akhirnya kedodoran akibat degradasi ban yang parah pada stint pertama. Sementara itu, kekacauan dialami oleh Cameron Waters yang mengeluhkan gangguan pada sistem sirkulasi udara helm miliknya sekaligus masalah spion yang terlepas. Keluhan tersebut terekam jelas lewat saluran radio tim ketika ia berteriak, "Udara helm saya mati dan spion saya berantakan." Waters akhirnya terpaksa merobek spion tersebut dari dudukannya agar bisa melanjutkan lomba dengan aman.

Memasuki fase paruh kedua balapan, tensi di lintasan semakin meninggi seiring insiden-insiden kecil yang melibatkan para pembalap papan tengah. Ketegangan memuncak ketika De Pasquale mendapati usahanya mengejar pimpinan lomba terhalang oleh pembalap lain saat keluar dari pit, yang memicu reaksi emosional lewat radio komunikasi tim. Meskipun demikian, konsentrasi tingkat tinggi yang ditunjukkan oleh kubu pemenang mampu meredam seluruh tekanan hingga bendera finis berkibar.