Terletak di ujung barat Pulau Jawa, Pulau Peucang yang berada di kawasan konservasi Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, menawarkan pesona alam yang masih sangat asri dan terjaga. Memiliki luas sekitar 450 hektar, pulau ini memikat para wisatawan melalui hamparan pantai berpasir putih, air laut yang jernih, serta ekosistem hutan tropis yang lebat. Tempat ini kian menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk kesibukan perkotaan dan menikmati ketenangan alam yang murni.
Keindahan utama dari destinasi ini terletak pada kawasan pantainya yang bersih dengan ombak yang relatif tenang. Suasana tersebut sangat ideal untuk bersantai bersama keluarga maupun menikmati pemandangan matahari terbenam. Salah seorang pengunjung asal Jakarta, Benson, mengungkapkan kekagumannya terhadap keasrian lokasi tersebut. Pantainya benar-benar seperti surga tersembunyi dengan kejernihan air yang luar biasa, ujarnya menggambarkan pengalaman kunjungannya ke destinasi wisata andalan di Provinsi Banten tersebut.

Tidak hanya menawarkan panorama pantai yang memukau, perairan di sekitar kawasan wisata ini juga menyimpan kekayaan bawah laut yang luar biasa. Berdasarkan catatan situs Indonesia Kaya, ragam hayati laut di wilayah ini tidak tertandingi, menjadikannya lokasi favorit untuk aktivitas snorkeling dan menyelam. Para pelancong dapat menjumpai terumbu karang alami serta berbagai jenis ikan warna-warni di titik penyelaman populer seperti Cihandarusa. Aktivitas bawah laut ini memberikan pengalaman tersendiri yang membekas bagi setiap penyelam yang datang.
Beranjak ke daratan, hutan primer di kawasan ini dihuni oleh beragam satwa liar seperti rusa, monyet ekor panjang, serta babi hutan. Wisatawan dapat melakukan perjalanan trekking menuju Karang Copong, yakni formasi batuan karang berlubang yang menjadi ikon tersendiri. Di lokasi tersebut, terdapat pula pohon Kiara yang merupakan satu-satunya pohon selamat dari letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 silam. Pohon Kiara ini luar biasa besar, seperti raksasa hutan, tutur David, seorang wisatawan asal Jakarta, saat menyaksikan langsung kemegahan flora bersejarah tersebut di tengah lebatnya kawasan konservasi.
Baca Juga SMKN 3 Pandeglang Jadi Pelopor Makan Gratis Pertama di Kabupaten Pandeglang
Bagi pelancong yang merencanakan perjalanan, akses menuju lokasi dapat ditempuh menggunakan kapal motor dari Desa Sumur di Pandeglang dengan durasi sekitar dua hingga tiga jam perjalanan laut. Terkait biaya kunjungan, pemerintah telah memberlakukan penyesuaian tarif resmi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024. Di lansir dari data Jalanjalantiaphari.com Tarif masuk bagi wisatawan nusantara berkisar antara Rp20.000 hingga Rp50.000 per orang setiap harinya, sementara untuk hari libur dan akhir pekan dikenakan penyesuaian sebesar 150 persen dari tarif hari biasa. Adapun wisatawan mancanegara dikenakan biaya mulai dari Rp150.000 hingga Rp250.000 per orang per hari.
Selain tiket masuk, tersedia pula berbagai fasilitas penunjang seperti sewa kapal dari Desa Sumur yang berkisar di angka Rp2.500.000 untuk kapasitas 20 orang, serta paket perjalanan wisata terpadu mulai dari Rp595.000 per orang. Pengelola juga menyediakan potongan harga sebesar 50 persen bagi rombongan pelajar atau mahasiswa nusantara dengan minimal lima orang peserta. Dengan statusnya sebagai bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO yang turut melindungi satwa langka seperti Badak Jawa, kunjungan ke kawasan ini tidak hanya memberikan rekreasi yang menyenangkan, tetapi juga bentuk dukungan nyata terhadap upaya pelestarian alam nusantara.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!