Aksi menegangkan tersaji di ajang Supercars ketika Team 18 mengambil keputusan taktis yang sangat berisiko tinggi pada balapan hari Sabtu. Skuad tersebut mengakhiri balapan dengan menempatkan dua mobil mereka di posisi ketiga dan keempat secara lintasan, di mana David Reynolds berada tepat di depan pebalap yang tengah berjuang di zona final, Anton De Pasquale. Tim secara sadar memilih untuk tidak melakukan pertukaran posisi antar-rekan satu tim tersebut, meskipun mereka tahu bahwa Reynolds nantinya akan diklasifikasikan di posisi kedua menyusul penalti waktu lima detik yang dijatuhkan kepada Matt Payne.
Keputusan tanpa pertukaran posisi ini ternyata menyimpan beban mental tersendiri bagi pihak internal tim. Menatap jalannya hari Minggu yang penuh drama, manajer tim mengakui bahwa langkah tersebut merupakan sebuah pertaruhan besar yang terus berputar di dalam kepalanya sepanjang lomba berlangsung. Keraguan sempat menghinggapi benak manajemen, apakah mereka akan menanggung malu di akhir pekan seandainya urutan mobil tidak diubah sejak hari sebelumnya. Skuad harus menghadapi tekanan psikologis yang tidak mudah di tengah ketatnya persaingan klasemen akhir musim.
Hari Minggu sendiri berubah menjadi mimpi buruk yang hampir menjadi kenyataan bagi De Pasquale sebelum akhirnya ia berhasil mengamankan tempat terakhir di atas batas zona final secara tipis. Keberuntungan tersebut sekaligus menepis harapan dari pebalap Toyota, Ryan Wood, yang gagal memanfaatkan situasi. De Pasquale sukses lolos setelah dua pebalap Chevrolet lainnya terpaksa melakukan pit stop di saat-saat akhir balapan demi mengisi tambahan bahan bakar. Pihak Supercars kemudian mengonfirmasi bahwa mobil-mobil tersebut memang tidak akan mampu mencapai garis finis tanpa melakukan perhentian tambahan yang krusial itu.
Situasi pelik ini sempat memicu berbagai spekulasi dan tudingan mengenai adanya taktik pabrikan, namun bos motorsport General Motors, Simon McNamara, dengan tegas membantah segala klaim kolusi. Berbicara langsung usai balapan, manajemen Team 18 mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya sudah mencurigai kondisi bahan bakar dari mobil-mobil pesaing sejak awal. Kecurigaan terhadap taktik pabrikan ini muncul di tengah musim di mana GM membentuk aliansi berbagi data dan informasi yang melibatkan tim homologasi seperti Team 18, Erebus, PremiAir, dan Matt Stone Racing dalam sebuah sistem terbuka.
Baca Juga Justin Barcia Resmi Gabung Suzuki dan Tatap Musim Baru AMA SupercrossKetika disinggung mengenai adanya diskusi pra-balapan untuk saling membantu di lintasan, pihak tim menegaskan bahwa tidak ada koordinasi khusus di luar kebiasaan normal. Kompetisi tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan profesionalisme tinggi tanpa adanya instruksi untuk sengaja mengatur hasil akhir. Drama penyelamatan dramatis di ujung musim ini juga tidak lepas dari perjuangan keras De Pasquale yang sempat terpuruk di posisi ke-22 pada sesi kualifikasi dan mengalami insiden senggolan di meter-meter awal balapan.
Benturan di awal lomba dengan pebalap Grove Racing, Kai Allen, bahkan sempat mengakibatkan ban belakang kanan mobil mengalami kebocoran parah. Kejadian tersebut seolah menghidupkan kembali mimpi buruk bagi Team 18, terutama mengingat luka lama dua pekan sebelumnya ketika mereka kehilangan kemenangan di ajang Bathurst 1000 akibat kehabisan bahan bakar pada lap terakhir. Kendati demikian, ketenangan kru pit dan keahlian para insinyur dalam mengatasi situasi krisis berhasil membawa mobil kembali ke lintasan tepat di depan Safety Car untuk menyelamatkan musim mereka.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!