PANDEGLANG, NUSANTARA MEDIA – Kabar menggembirakan datang dari kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang, Banten. Seekor anak Badak Jawa (*Rhinoceros sondaicus*) kembali lahir dan berhasil terekam kamera jebak (*camera trap*) pada 10 Oktober 2026. Anak badak tersebut terpantau sedang berkubang bersama induknya yang teridentifikasi bernama Desy.

Kelahiran satwa langka ini menjadi kabar positif bagi upaya pelestarian Badak Jawa yang dikenal sebagai salah satu spesies badak paling langka di dunia dan hanya ditemukan di Indonesia. Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya perlindungan habitat dan pengamanan kawasan secara berkelanjutan untuk mendukung perkembangbiakan satwa liar secara alami.

Berdasarkan hasil analisis tim monitoring Badak Jawa Balai Taman Nasional Ujung Kulon, anak badak yang baru terpantau tersebut merupakan kelahiran terbaru dari induk Desy. Pejantan yang diduga kuat menjadi pasangannya adalah Musofa.

- Advertisement -
Advertisement

Desy tercatat sebagai salah satu induk Badak Jawa yang produktif di Semenanjung Ujung Kulon. Berdasarkan data yang disampaikan dalam siaran pers Kementerian Kehutanan, Desy telah melahirkan lima anak, yakni Arjuna pada 2013, Arum pada 2015, Hawa pada 2018, Syauki pada 2024, dan anak kelima yang terekam pada 10 Oktober 2026.

Catatan kelahiran tersebut menjadi perkembangan penting bagi program konservasi Badak Jawa. Keberhasilan reproduksi satwa yang terancam punah ini memberikan harapan bagi keberlanjutan populasinya, sekaligus menegaskan perlunya menjaga kawasan hutan sebagai habitat alami yang aman dan mendukung kehidupan satwa liar.

Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Ardi Andono, menjelaskan bahwa anak Badak Jawa tersebut pertama kali teridentifikasi melalui rekaman kamera jebak pada 10 Oktober 2026 pukul 21.35 WIB.

Dari hasil pengamatan rekaman, anak badak terlihat dalam kondisi sehat dan aktif mengikuti induknya. Usianya diperkirakan sekitar satu hingga dua bulan. Sementara itu, induk Desy juga terpantau dalam kondisi sangat baik dan menunjukkan pengalaman dalam mengasuh anaknya.

Tim Balai Taman Nasional Ujung Kulon akan melanjutkan pemantauan secara intensif di sekitar lokasi untuk memastikan keselamatan induk dan anak badak tersebut. Kegiatan monitoring dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian agar tidak mengganggu aktivitas alami satwa di habitatnya.

Ardi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Tim Unit Kelola Perlindungan (UKP) dan para mitra yang terus bekerja menjaga keamanan kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.

Baca Juga Polresta Tangerang Rayakan Idul Adha 1446 H dengan Distribusi Hewan Qurban


Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Mahfudz, menyambut kelahiran anak Badak Jawa tersebut sebagai anugerah sekaligus harapan besar bagi pelestarian satwa langka Indonesia.

Menurutnya, kelahiran ini juga menjadi indikasi positif dari upaya pengamanan kawasan melalui patroli intensif dan perlindungan habitat dari berbagai gangguan. Kondisi kawasan yang aman menjadi salah satu faktor penting agar Badak Jawa dapat berkembang biak secara alami.

Mahfudz menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat upaya konservasi Badak Jawa, termasuk melalui pengembangan Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA). Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung perlindungan dan pengelolaan habitat Badak Jawa secara berkelanjutan.

Kelahiran anak badak dari induk Desy bukan hanya menjadi kebahagiaan bagi pengelola Taman Nasional Ujung Kulon, tetapi juga memberikan harapan bagi masyarakat Indonesia dan dunia dalam menjaga keberlangsungan spesies yang sangat langka ini.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kelestarian Badak Jawa dengan tidak melakukan aktivitas ilegal di dalam kawasan taman nasional serta mendukung berbagai program konservasi yang dilaksanakan pemerintah bersama para mitra.

Perlindungan habitat, pengawasan kawasan, dan dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan hidup satwa liar yang terancam punah.

Dengan kelahiran terbaru ini, upaya pelestarian Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon diharapkan terus menunjukkan perkembangan positif. Namun, perlindungan jangka panjang tetap diperlukan agar satwa langka tersebut dapat bertahan dan berkembang biak di habitat alaminya.