Formula 1, Nusantara Media -
Liam Lawson menyampaikan kekecewaannya meski meraih posisi kesembilan di kualifikasi Grand Prix Belgia 2025 di Sirkuit Spa-Francorchamps. Pembalap
RB ini hanya terpaut 0,1 detik dari
Alex Albon yang finis kelima. Dengan prediksi hujan untuk balapan utama, Lawson melihat peluang untuk maju. Artikel ini mengulas performa Lawson, strategi balapan, dan prospek di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Sirkuit Spa-Francorchamps menjadi panggung putaran ke-13 Formula 1 2025, dengan
McLaren mendominasi melalui
Lando Norris dan
Oscar Piastri di baris depan.
Liam Lawson tampil solid untuk
RB, finis kesembilan di kualifikasi utama, mengungguli rekan setimnya
Yuki Tsunoda di posisi ke-11. Namun, Lawson kecewa karena hanya terpaut 0,1 detik dari Albon, yang mencuri perhatian dengan posisi kelima untuk
Williams.
Hasil Positif namun Mengecewakan
Lawson mencatat waktu 1:41.128, menempatkannya di posisi kesembilan, tepat di belakang
Sergio Perez. Ia mengungkapkan kepada RacingNews365:
"Hari ini sangat membuat frustrasi. Kami sangat dekat dengan lima besar."
Performa
RB menunjukkan konsistensi, seperti di Austria di mana Lawson finis di depan tim-tim papan tengah. Namun, di Spa, ia berada di sisi yang kurang beruntung:
"Kami berada di ujung bawah kali ini, tidak seperti di Austria."
Fokus pada Balapan
Lawson memuji kecepatan mobil RB21, namun menyoroti margin tipis di kualifikasi:
"Kecepatan kami kompetitif, tapi tim lain juga sangat kuat."
Ia tetap optimistis, terutama dengan peluang yang dibawa prediksi cuaca hujan untuk balapan utama.
Dengan ramalan hujan untuk Minggu, 27 Juli 2025, Lawson melihat peluang untuk merangsek ke depan. Ia menyatakan:
"Saya ingin hujan karena itu menciptakan peluang. Tapi hujan juga menyulitkan, seperti di Silverstone."
Di Silverstone, hujan menyebabkan Lawson kehilangan poin akibat spin. Namun, karakteristik Spa yang mendukung overtake memberi harapan:
"Saya akan mengemudi secepat mungkin, apa pun kondisinya."
Lawson juga mencatat tantangan overtake di lintasan kering, tergantung pada setelan downforce tim lain.
RB menunjukkan kemajuan di musim 2025, dengan Lawson secara konsisten mengungguli Tsunoda. Keberhasilan Lawson di kualifikasi memperkuat posisinya sebagai pembalap utama tim. Namun, ia mengakui persaingan ketat dengan tim seperti
Williams dan
Haas:
"Kami bersaing ketat dengan tim papan tengah. Setiap per sepuluh detik sangat berarti."
Penggemar di media sosial memuji performa Lawson, dengan banyak yang menyoroti potensinya sebagai pembalap masa depan
Red Bull. Beberapa menyatakan harapan agar hujan membantu Lawson mencuri poin, meski ada kekhawatiran tentang risikonya berdasarkan pengalaman di Silverstone. Sentimen positif mendominasi, dengan dukungan kuat dari penggemar Asia, termasuk Indonesia.
Balapan utama pada Minggu, 27 Juli 2025, akan menguji strategi Lawson di lintasan yang berpotensi basah. Start dari posisi kesembilan memberi peluang untuk poin, namun ia harus mewaspadai
Max Verstappen dan
Charles Leclerc dari baris kedua. Lawson menegaskan:
"Saya akan menyerang sejak awal, terutama jika hujan turun."
Tantangan lainnya adalah setelan downforce
RB, yang harus seimbang untuk lintasan basah dan kering.
Performa Lawson di Spa memperkuat posisinya di
RB dan membuka peluang promosi ke
Red Bull pada 2026, terutama setelah kepergian
Christian Horner. Dukungan
Pemerintah Indonesia untuk olahraga balap, melalui promosi seri Mandalika, dapat meningkatkan antusiasme penggemar Asia terhadap Lawson, yang memiliki basis penggemar kuat di kawasan ini.
Kunjungi
Nusantara Media untuk pembaruan Formula 1, analisis mendalam, dan wawasan eksklusif. Ikuti perjalanan
Liam Lawson di musim 2025 bersama
RB.
Dapatkah
Liam Lawson memanfaatkan hujan untuk mencuri poin di Belgian GP 2025? Bagikan pandangan Anda di Nusantara Media!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!