Bekasi , Nusantara Media – Kebakaran hebat disertai ledakan beruntun melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) atau gudang pengisian LPG di kawasan Cimuning, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1 April 2026) malam sekitar pukul 21.10 WIB.
Api pertama kali muncul dari bagian dalam gudang penyimpanan tabung gas LPG. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh area gudang yang menyimpan banyak tabung gas. Ledakan beruntun dari tabung LPG yang terpapar panas sontak menggegerkan warga sekitar. Asap hitam pekat membumbung tinggi, langit di sekitar lokasi tampak merah membara, dan api bahkan merembet hingga membakar beberapa rumah warga di dekat perumahan Bekasi Timur Regensi 7.
Warga permukiman padat di sekitar Cimuning dan Mustikajaya langsung panik. Banyak yang berhamburan keluar rumah untuk menghindari bahaya ledakan susulan. Sebagian warga sempat membantu pemadaman dengan peralatan seadanya sebelum tim Damkar tiba. Sedikitnya 12 orang menjadi korban, mayoritas mengalami luka bakar serius (ada yang hingga 70%) dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan intensif. Korban berasal dari warga sekitar dan karyawan SPBE.
Insiden terjadi Rabu malam, 1 April 2026, di Jalan sekitar Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi – lokasi yang berdekatan dengan permukiman warga. Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi mengerahkan puluhan unit dan berjibaku memadamkan api hingga dini hari Kamis (2 April 2026). Hingga pagi hari, api sudah berhasil dipadamkan dan memasuki tahap pendinginan.
Penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui secara resmi. Dugaan sementara mengarah pada kebocoran gas saat proses pengisian yang kemudian memicu ledakan dan api cepat membesar karena banyaknya tabung LPG yang tersimpan. Polisi bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui sumber api dan kemungkinan adanya kelalaian.
Suasana di lokasi sempat mencekam dengan suara ledakan keras yang terdengar hingga radius cukup jauh. Listrik di sekitar sempat padam. Pihak Pertamina Patra Niaga menyampaikan permintaan maaf dan memastikan pasokan LPG ke masyarakat tidak terganggu. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyimpanan bahan mudah terbakar seperti LPG.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendinginan masih berlangsung dan penyelidikan penyebab kebakaran terus dilakukan.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!