Batam, Nusantara Media — Di tengah derasnya arus informasi dan mudahnya narasi viral di media sosial, tokoh masyarakat Batam mengajak semua pihak menyikapi tudingan “proyek siluman” di Pulau Kasu dengan kepala dingin dan berpijak pada fakta.
Tudingan tersebut menyeret nama Ketua DPRD Kepulauan Riau, Iman Sutiawan. Berbagai pihak kini ramai membahas isu ini di ruang publik.
Sejumlah tokoh masyarakat Batam secara terbuka menyampaikan imbauan. Mereka menekankan pentingnya menjaga ruang demokrasi yang sehat.
Tudingan adanya proyek siluman di Pulau Kasu yang disebut-sebut melibatkan Iman Sutiawan menjadi perbincangan publik. Hingga saat ini, tuduhan tersebut masih berupa narasi yang beredar di media sosial tanpa kejelasan bukti yang sah.
Isu ini mencuat belakangan ini di Batam, Kepulauan Riau, tepat di tengah upaya masyarakat Pulau Kasu yang sedang memperjuangkan pembangunan fasilitas keagamaan dan infrastruktur.
Tokoh masyarakat menegaskan bahwa kritik adalah hak setiap warga negara. Namun, kritik yang baik harus disertai data, dokumen, dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Mereka mengingatkan agar ruang demokrasi tetap dijaga sebagai tempat bertukar gagasan dan melakukan pengawasan, bukan berubah menjadi ruang penghakiman yang dapat merugikan nama baik seseorang sebelum adanya pembuktian yang sah,” demikian pernyataan yang beredar.
Para tokoh menyampaikan beberapa poin penting:
- Jika ada dugaan penyimpangan, buka datanya dan serahkan bukti kepada aparat penegak hukum.
- Jika tudingan tidak dapat dibuktikan, masyarakat berhak mempertanyakan motif di baliknya.
- Jangan melindungi yang bersalah, tetapi juga jangan menghukum seseorang hanya berdasarkan tudingan.
- Datanglah, lihatlah, periksalah, dan berdialoglah langsung dengan masyarakat Pulau Kasu.
Iman Sutiawan sendiri selama ini dikenal aktif turun ke tengah masyarakat. Mulai dari menyerap aspirasi warga, membantu persoalan sosial, hingga memperjuangkan kebutuhan masyarakat pesisir dan hinterland.
Pada akhirnya, masyarakat Kepulauan Riau tetap membutuhkan kritik sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Namun kritik yang sehat harus dibangun di atas fakta, bukan prasangka.
Kebenaran, seperti yang ditegaskan para tokoh, tidak lahir dari teriakan paling nyaring, melainkan dari fakta yang paling terang.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!