Pandeglang, Nusantara Media – Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau, gerakan sosial Pemuda Berdampak menyalurkan bantuan 8.000 liter air bersih ke wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Bantuan yang diangkut menggunakan empat armada mobil tangki tersebut didistribusikan secara langsung kepada warga di Kampung Kaduela dan Kampung Kadupari.

Aksi kemanusiaan ini merupakan langkah respons cepat atas krisis air bersih yang dialami warga setempat selama beberapa waktu terakhir. Kekeringan memicu kelangkaan air yang berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar harian masyarakat, mulai dari konsumsi, kebutuhan memasak, hingga sanitasi lingkungan.

Pendistribusian air bersih berlangsung hangat dengan semangat gotong royong. Para relawan Pemuda Berdampak berkolaborasi dengan warga mendistribusikan air bersih ke berbagai wadah penampungan yang telah disiapkan, seperti ember, jeriken, hingga bak penampungan sementara. Antusiasme warga yang memadati lokasi pengisian menunjukkan betapa mendesaknya pasokan air bersih di wilayah tersebut.

- Advertisement -

Founder Pemuda Berdampak, Bagas Yulianto, menegaskan bahwa aksi sosial ini bukan sekadar bantuan temporer, melainkan bentuk tanggung jawab moral generasi muda dalam merespons persoalan riil di tengah masyarakat.

“Air merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Ketika masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, maka sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk saling membantu. Pemuda Berdampak hadir bukan hanya sebagai ruang diskusi dan penyampai gagasan, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran pemuda benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung,” ujar Bagas.

Bagas menambahkan, aksi ini merupakan wujud konkret dari nilai gerakan mereka yang mengusung semangat “Mengabdi, Bergerak, Berdampak”.

Penyaluran bantuan ini mendapat sambutan hangat dari warga. Tokoh masyarakat Kampung Kaduela, Abah Ahmad Zairi (Uwa Amek), menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas kepedulian para relawan muda

“Atas nama masyarakat Kampung Kaduela dan Kampung Kadupari, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pemuda Berdampak atas kepeduliannya terhadap warga yang sedang mengalami krisis air bersih. Bantuan ini sangat berarti bagi kami karena air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran adik-adik Pemuda Berdampak bukan hanya membawa air bersih, tetapi juga membawa semangat kebersamaan, kepedulian, dan harapan bagi masyarakat,” puji Abah Ahmad Zairi.

Ia juga berharap aksi ini dapat mengetuk hati berbagai pihak lainnya untuk ikut mengulurkan tangan membantu daerah-daerah yang sedang mengalami krisis akibat kemarau.

Meski pasokan 8.000 liter air bersih dapat meredakan dampak kekeringan dalam jangka pendek, Pemuda Berdampak menekankan pentingnya langkah strategis yang lebih mendasar. Bagas Yulianto mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi mengatasi akar masalah kekeringan.

Pemuda Berdampak mendorong pemangku kepentingan untuk memperkuat mitigasi kekeringan melalui:

- Memperluas jaringan air bersih dan sarana penampungan air bagi wilayah rawan krisis.

- Melindungi sumber-sumber mata air lokal dan area resapan air.

- Peningkatan aksesibilitas layanan air bersih yang merata bagi masyarakat pelosok.

Melalui aksi ini, Pemuda Berdampak menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, lingkungan, dan ketahanan pangan sebagai wujud nyata pengabdian generasi muda.

“Setiap tetes air yang kita bagikan bukan sekadar bantuan, tetapi wujud kepedulian, solidaritas, dan harapan. Karena mengabdi kepada masyarakat adalah panggilan, bukan sekadar pilihan,” tutup Bagas.