Pembalap bintang Scott McLaughlin secara terbuka mengungkapkan kerinduannya untuk kembali berlaga di lintasan ikonik Mount Panorama dan mengejar kemenangan keduanya di ajang bergengsi Bathurst 1000. Meskipun kini telah meniti karier gemilang di Amerika Serikat bersama Team Penske dalam ajang IndyCar sejak akhir tahun 2020, peraih tiga gelar juara Supercars ini tetap memantau secara dekat perkembangan mantan kompetisi yang pernah dikuasainya.

Dalam sebuah kesempatan wawancara, pembalap asal Selandia Baru tersebut membeberkan daftar impian balapnya yang belum tuntas, di mana ajang ketahanan 24 jam legendaris seperti Le Mans, Nurburgring, serta Bathurst 1000 berada di urutan teratas. Kenangan manis saat menjuarai 'Great Race' pada tahun 2019 bersama Alexandre Premat dan tim yang saat itu dikenal sebagai DJR Team Penske masih membekas kuat dalam ingatannya, membuatnya selalu menyempatkan diri menonton setiap detik jalannya perlombaan setiap tahun tiba.

"Menonton Bathurst dan Supercars, saya sangat ingin membalap di Bathurst lagi, sungguh," ujar Scott McLaughlin. "Ini adalah trek yang luar biasa, acaranya sendiri, ini adalah satu-satunya balapan dalam setahun di mana saya sedikit merindukan rumah, menonton setiap inci dari balapan tersebut. Apakah saya ingin kembali ke sana dan mungkin memiliki kesempatan memenangkan Bathurst 1000 untuk kedua kalinya."

- Advertisement -
Advertisement

Kendati memiliki hasrat yang begitu besar, McLaughlin menyadari bahwa peluang untuk kembali tampil di grid Supercars dalam waktu dekat terbilang sangat kecil akibat berbagai kendala teknis dan profesional. Kalender IndyCar biasanya merampungkan musim pada awal September, yang hanya berjarak satu bulan dari jadwal tradisional Bathurst 1000 pada akhir pekan kedua bulan Oktober. Namun, prioritas utama terhadap Roger Penske dan komitmen pengujian pascazamannya menjadi penghalang utama yang harus ia hormati.

Situasi tersebut diprediksi akan semakin rumit menjelang musim 2027 dengan akan diperkenalkannya mobil baru IndyCar jenis IR-28, yang otomatis menuntut keterlibatan penuh dalam program pengembangan. Faktor sponsor serta pertimbangan pabrikan turut mempersempit ruang gerak sang pembalap untuk melakukan cameo di Australia, meski ia tetap memegang prinsip untuk tidak pernah menutup kemungkinan di masa depan.

Baca Juga IndyCar Siap Gelar Balapan Internasional Perdana di Catalonia

Jika semesta mendukung dan seluruh hambatan komersial dapat teratasi, McLaughlin menyimpan satu impian spesifik yang melibatkan sesama rekan senegaranya, Shane van Gisbergen. Ia bermimpi untuk membentuk duet maut sesama pebalap Selandia Baru dalam satu tim wildcard. Walaupun peluang Van Gisbergen tergolong sangat tipis akibat jadwal padat 36 seri di ajang NASCAR Cup Series yang kerap bentrok dengan Bathurst, gagasan tersebut tetap menjadi skenario idaman yang luar biasa.

"Impian terhebat saya jujur adalah kembali bersama Shane dan menjalankan wildcard bersamanya," pungkas Scott McLaughlin. "Itu akan luar biasa. Dia tidak bisa melakukannya karena NASCAR saat itu, tetapi itu akan menjadi keinginan saya. Saya ingin kembali bersamanya dalam sebuah wildcard." Di sisi lain, persiapan fisik dan mental harus segera dialihkan kembali ke habitat barunya, di mana McLaughlin dijadwalkan memulai kampanye IndyCar 2027 di jalanan St Petersburg pada 8 Maret mendatang.