Eksodus bintang Supercars menuju panggung balap Amerika Serikat semakin menarik perhatian dunia motorsport internasional. Perjalanan sukses yang dirintis oleh para juara kategori touring car Australia ini membuka mata banyak pihak, termasuk Scott McLaughlin, mantan penguasa kejuaraan yang kini berkarier di ajang IndyCar bersama Team Penske. McLaughlin memberikan pandangan mendalam mengenai dinamika kepindahan pembalap Australia ke Amerika Serikat, serta tantangan besar yang harus dihadapi oleh mereka yang berniat mengikuti jejaknya.
Perubahan peta kekuatan balap ini bermula ketika McLaughlin mengambil keputusan mengejutkan pada akhir tahun 2020 untuk meninggalkan dominasinya di Australia dan bergabung dengan Team Penske di ajang single-seater Amerika. Langkah berani tersebut terbukti membuahkan hasil manis ketika ia berhasil meraih kemenangan serta pole position pada musim penuh keduanya. Keberhasilan adaptasi McLaughlin di Negeri Paman Sam turut memuluskan jalan bagi rival-rivalnya di masa lalu untuk mencari peruntungan di luar negeri, mengubah lanskap karier para pembalap top lintas benua.
Ketika McLaughlin hijrah ke Amerika, Shane van Gisbergen langsung mengambil alih kepemimpinan di Supercars dengan menyabet dua gelar juara berturut-turut pada musim 2021 dan 2022. Tak lama berselang, Van Gisbergen mendapat kesempatan emas untuk melakoni debut sensasional di NASCAR Cup Series bersama Trackhouse Racing melalui program Project91. Penampilan gemilang tersebut langsung melambungkan namanya secara permanen ke kancah NASCAR, yang kemudian menginspirasi gelombang kedatangan pembalap Supercars lain seperti Brodie Kostecki, Will Brown, hingga Cam Waters untuk mencicipi sengitnya persaingan mobil stock car.
Dalam wawancaranya di acara Speed, McLaughlin mengenang kembali obrolan santainya dengan Van Gisbergen menjelang balapan di Chicago. Saat itu, ia sudah memprediksi bahwa kompatriotnya tersebut akan langsung mendulang kemenangan dan memicu gelombang besar perpindahan atlet balap Australia ke Amerika. “Ini adalah hal yang lucu, kawan. Saya makan malam bersama Shane pada pekan balapan di Chicago dan saya berkata, ‘Kamu lihat saja, kamu mungkin akan menang akhir pekan ini dan suatu hari nanti kamu akan berada di sini, dan itu akan memicu gelombang besar kedatangan pembalap’,” ujar McLaughlin menirukan percakapan mereka.
Prediksi tersebut terbukti sepenuhnya ketika Van Gisbergen langsung menggebrak panggung NASCAR Cup Series. McLaughlin mengaku sangat kagum dengan pencapaian tersebut dan merasa yakin sejak awal bahwa gaya balap agresif Van Gisbergen akan sangat cocok dengan kultur balap di Amerika Serikat. “Itu benar-benar terjadi. Dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa di Cup dan sangat keren melihatnya. Saya tahu dia akan menyukai tempat ini,” tambahnya dengan nada penuh apresiasi.
Baca Juga IndyCar Umumkan Kalender 2027: Barcelona Masuk, Nashville DicoretKendati demikian, McLaughlin memberikan peringatan keras bahwa tidak sembarang pembalap bisa langsung sukses tanpa persiapan matang dan dukungan struktural yang kuat. Menurutnya, atmosfer kompetisi di NASCAR Cup Series sangat kejam dan membutuhkan tim yang benar-benar siap memberi perlindungan agar pembalap pendatang tidak menjadi mangsa empuk bagi para veteran lokal. “Saya pikir orang-orang di kejuaraan Supercars di Australia melihat peluang untuk datang ke sini dan merasakan bentuk balapan di mana Anda berlomba setiap minggu di belahan dunia yang belum pernah Anda kunjungi sebelumnya, jadi itu sangat mengasyikkan,” jelas sang juara tiga kali Supercars tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya ekosistem tim dalam mendukung transisi karier seorang pembalap profesional. Berdasarkan pengalamannya sendiri di IndyCar bersama Penske yang penuh liku, serta perjalanan karier Van Gisbergen bersama Trackhouse Racing, dukungan logistik dan teknis adalah koentji utama. “Saya pikir Anda harus memastikan bahwa para pembalap yang datang ini mendapatkan kesempatan yang tepat dan tidak menempatkan diri mereka di tengah kawanan serigala, karena saya beritahu Anda, Cup Series sangatlah tangguh. Seperti yang kita lihat, Shane adalah pembalap kelas dunia tetapi itu butuh waktu dan Anda harus memiliki dukungan dari tim seperti yang Trackhouse berikan untuk Shane. Saya bersama Penske di IndyCar, itu adalah perjalanan yang penuh liku-liku,” pungkasnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!