Peta persaingan balap kategori pengumpan menuju panggung utama Formula 1 dipastikan akan mengalami perubahan signifikan setelah Lando Norris meluncurkan dan mengonfirmasi kehadiran tim barunya untuk kompetisi FIA Formula 2 musim 2027 hingga 2029 mendatang. Kehadiran skuad anyar ini menandai babak baru yang sangat dinantikan di dalam ekosistem balap single-seater internasional, di mana organisasi tersebut dipastikan menjadi satu-satunya entitas debutan baru yang berhasil lolos seleksi ketat untuk siklus tiga tahun tersebut.

Operasi yang dinamai sebagai LN4 Fusion ini resmi mendapatkan lampu hijau dari pihak penyelenggara setelah sebelumnya diperkenalkan ke publik pada bulan September lalu. Dalam langkah strategisnya untuk mengamankan tempat di grid, skuad baru ini mengambil alih posisi yang sebelumnya dipegang oleh AIX Racing dengan cara mengakuisisi sejumlah aset terpilih dari tim tersebut, serta dipastikan akan turun bertanding dengan menggunakan lisensi balap asal Italia demi memperkuat fondasi operasional mereka di daratan Eropa.

Dengan bergabungnya pendatang baru ini, kejuaraan Formula 2 akan tetap mempertahankan format kompetisi dengan komposisi 11 tim yang masing-masing menurunkan dua mobil, sehingga total keseluruhan grid akan tetap terisi oleh 22 pembalap berbakat. Direktur Utama Formula 2, Bruno Michel, mengungkapkan bahwa pihak kejuaraan telah menerima minat yang sangat besar dari berbagai calon tim potensial sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan pada proses seleksi akhir ini.

- Advertisement -
Advertisement

"Saya juga senang menyambut LN4 Fusion ke grid. Mereka akan membawa keahlian yang cukup besar, dan saya yakin mereka akan memberikan kontribusi yang berharga bagi kejuaraan," ujar Michel memberikan apresiasi penuh terhadap proyek ambisius yang digagas oleh para tokoh penting di balik layar tersebut. Konfirmasi F2 ini sekaligus menjadi kelanjutan nyata dari proyek yang dirintis oleh pembalap bintang F1 bersama dengan tim karting Fusion Motorsport serta para pendukung finansial yang dipimpin oleh Dan Richards.

Sebagai kepala eksekutif, Richards menegaskan bahwa keberhasilan mengamankan tempat di grid F2 ini membawa organisasi mereka selangkah lebih dekat dengan visi dan ambisi besar yang telah dicanangkan sejak hari pertama peluncuran proyek. "Kami sangat bangga telah terpilih untuk bergabung dengan grid FIA Formula 2 untuk tahun 2027," ucap Richards dengan penuh rasa bangga menyambut tantangan besar yang sudah menanti di depan mata.

Baca Juga Lando Norris Bawa LN4 Fusion Masuk Grid Formula 2 Musim 2027

Kendati demikian, pihak manajemen tetap bersikap realistis dan mengakui bahwa jalan terjal masih harus dilalui saat mereka mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi sengitnya persaingan di level kedua menuju Formula 1. "Kami menyadari tingkat persaingan di Formula 2 dan tantangan yang ada di depan kami. Fokus kami sekarang adalah membangun fondasi yang tepat, dikelilingi oleh orang-orang luar biasa, dan memberikan kesempatan terbaik bagi pembalap dan tim untuk bersaing di level tertinggi," tambahnya.

Untuk memastikan kesiapan teknis dan manajerial, proyek ini telah mengamankan figur-figur berpengalaman di paddock junior, di mana mantan petinggi Prema, Rene Rosin, ditunjuk sebagai prinsipal tim untuk operasi Eropa LN4 Fusion. Sementara itu, mantan kepala teknis tim Italia tersebut, Guillaume Capietto, akan menduduki posisi krusial sebagai direktur balap yang mengawasi performa kendaraan di atas lintasan.

Sebelum terjun sepenuhnya ke kancah F2, organisasi ini juga telah mengumumkan jajaran pembalap muda berbakat seperti James Egozi, Gabriel Gomez, dan Dion Gowda untuk memperkuat kampanye mereka di ajang Formula 3 pada musim 2027 mendatang, meskipun dua kursi pembalap utama untuk kategori F2 sendiri hingga saat ini masih belum diumumkan secara resmi kepada publik.