Pada 10 September 2006, Michael Schumacher mengumumkan pensiun dari Formula 1 tepat setelah memenangi Grand Prix Italia di Monza. Pengumuman itu mengejutkan banyak pihak, terutama para tifosi Ferrari yang baru saja bersorak menyaksikan idolanya menang untuk ke-11 kalinya di kandang sendiri.

Balapan berlangsung dramatis. Schumacher start dari posisi kedua setelah kalah tipis 0,002 detik dari Kimi Raikkonen. Namun, dengan strategi bahan bakar yang lebih berat, ia melakukan pit stop lebih awal, keluar sebagai pemimpin, dan tak terbendung hingga garis finis. Ia unggul delapan detik atas Raikkonen, sementara rekan setimnya, Felipe Massa, hanya finis kesembilan.

Kemenangan itu menjadi yang terakhir bagi Schumacher di tanah Italia. Setelah balapan, dalam konferensi pers yang penuh emosi, ia menyatakan, “Ini akan menjadi balapan Monza terakhir saya. Di akhir tahun ini, saya memutuskan bersama tim untuk pensiun dari balap.”

- Advertisement -
Advertisement

Keputusan itu terbilang mengejutkan karena saat itu Schumacher masih bersaing ketat memperebutkan gelar dunia kedelapan melawan Fernando Alonso. Namun, ada alasan kuat di baliknya. Beberapa bulan sebelumnya, Ferrari telah menandatangani Kimi Raikkonen untuk musim 2007. Schumacher sadar bahwa jika ia bertahan, kursi Felipe Massa yang terancam. “Tidak ada gunanya saya bertahan dan mengambil masa depan pembalap muda bertalenta seperti Felipe,” ujarnya.

Baca Juga McLaren Ragu Klaim Mercedes Soal Dana Pengembangan F1

Keputusan itu diambil Schumacher sebelum Grand Prix Amerika Serikat pada awal Juli, dan baru diumumkan di Monza. Ini adalah momen pahit-manis bagi Maranello, karena mereka kehilangan pembalap legendaris namun harus membuka lembaran baru.

Schumacher pensiun dengan status sebagai juara dunia tujuh kali dan salah satu pembalap terhebat sepanjang masa. Warisannya di F1 tetap abadi, dan pengumuman di Monza itu menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam olahraga ini.