Ketegangan antara Lewis Hamilton dan Charles Leclerc di internal Ferrari mulai menjadi sorotan. Mantan pembalap F1, Juan Pablo Montoya, mendesak manajemen tim asal Italia itu untuk segera turun tangan sebelum situasi semakin memanas. Insiden saling senggol di tikungan pertama GP Italia menjadi pemicu utama yang membuat hubungan kedua pembalap ini berada di ujung tanduk.

Pada balapan di kandang sendiri, Minggu lalu, Hamilton dan Leclerc bertarung memperebutkan posisi ketiga saat start. Mereka memulai balapan dari baris kedua secara berdampingan. Namun, di tikungan pertama, ban kiri mobil Hamilton bersentuhan dengan sayap depan Leclerc. Akibatnya, Hamilton terpaksa keluar lintasan dan masuk ke area kerikil, membuatnya melorot ke posisi 10. Leclerc sendiri tidak kehilangan posisi, tetapi nahas, ia mengalami kecelakaan berat di Parabolica pada akhir lap kedua. Mimpi buruk Ferrari di Monza pun menjadi kenyataan, dengan Hamilton hanya mampu finis di posisi keenam.

Setelah balapan, Leclerc menilai kedua pembalap sama-sama bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun, Hamilton dengan cepat membantah pandangan itu. "Tidak ada kata 'kami' dalam insiden ini. Saya tidak balap kotor, saya selalu bersih dan meninggalkan ruang," tegas Hamilton. Pernyataan ini menunjukkan adanya perbedaan interpretasi yang cukup tajam di antara keduanya.

- Advertisement -
Advertisement

Montoya, yang kini menjadi analis, menilai Ferrari harus bertindak tegas. "Mereka perlu berbicara tidak hanya dengan Fred, tetapi juga dengan atasan di atasnya. Keduanya harus datang ke Maranello minggu ini dan duduk bersama untuk berbicara secara serius. Menurut saya, Charles berkata 'Saya membalap Lewis seperti saya membalap pembalap lain', tetapi dia adalah rekan setimmu, dan kamu harus menghormati rekan setim dan timmu," ujar Montoya kepada F1TV.

Baca Juga F1 GP Belanda 2026: Grid Start Penuh Usai Kualifikasi Zandvoort

Manajer tim Ferrari, Frederic Vasseur, mengakui bahwa tabrakan antara kedua pembalapnya "tidak baik untuk tim". "Kami akan punya waktu untuk membahasnya. Tetapi hasil dari Tikungan 1-2 tidak baik untuk tim," katanya. Vasseur juga menekankan bahwa masih terlalu dini bagi Ferrari untuk mendukung salah satu pembalap dalam perebutan gelar juara.

Sementara itu, Hamilton kini tertinggal 76 poin dari Andrea Kimi Antonelli di klasemen pembalap, tetapi unggul 36 poin dari Leclerc. Namun, Hamilton merasa sudah "terlalu terlambat" bagi tim untuk memberinya prioritas atas Leclerc, terutama setelah kehilangan banyak poin di Monza. Situasi ini jelas menjadi ujian besar bagi Ferrari untuk menjaga keharmonisan internal demi meraih hasil maksimal di sisa musim.