Nico Rosberg, juara dunia Formula 1 2016, buka suara soal dilema Ferrari di musim 2026. Menurutnya, tim asal Maranello itu tidak mungkin mendukung penuh Lewis Hamilton dalam perburuan gelar, meski sang juara dunia tujuh kali tertinggal jauh dari pemuncak klasemen.
Momen itu muncul setelah Ferrari gagal memanfaatkan penalti grid yang diterima pemimpin klasemen, Andrea Kimi Antonelli, di Grand Prix Italia. Charles Leclerc justru tersingkir, sementara Hamilton hanya mampu finis keenam usai terlibat insiden di lap pertama. Alih-alih memangkas jarak, Ferrari malah kehilangan banyak poin.
Kemenangan comeback Antonelli di Monza membuat Hamilton kini tertinggal 76 poin dengan 10 balapan tersisa. Beberapa pihak menilai sudah waktunya Ferrari fokus mendukung Hamilton. Namun Rosberg, yang pernah menjadi rekan setim Hamilton di Mercedes, punya pandangan berbeda.
"Kita bicara tentang Charles Leclerc, yang seperti anak emas di Ferrari dan masih punya peluang matematis menjadi juara dunia," ujar Rosberg dalam siaran Sky Sports F1. "Jadi Anda tidak bisa. Tentu akan bagus untuk Lewis, memberinya kesempatan terbaik, tetapi sebagai tim Anda tidak bisa melakukan itu."
Rosberg menambahkan bahwa Ferrari berkewajiban memberi peluang yang sama kepada kedua pembalapnya, setidaknya untuk saat ini. "Mungkin nanti, mereka harus bermain strategi," katanya.
Baca Juga Sainz ke Pabrikan Williams: Anggap Ini Tantangan PribadiHamilton yang unggul 36 poin dari Leclerc, menegaskan bahwa sudah "terlalu lambat" bagi Ferrari untuk memberikan prioritas kepadanya. "Saya pikir mulai hari ini, kami kehilangan banyak poin dari Mercedes. Sudah terlalu lambat untuk keputusan seperti itu," kata pembalap 41 tahun itu.
Sementara itu, prinsipal Ferrari, Fred Vasseur, menilai masih terlalu dini untuk memihak salah satu pembalap. Ia membandingkan dengan situasi McLaren tahun lalu, ketika Piastri memimpin dan jika tim langsung memihaknya, Verstappen mungkin tetap juara. "Pasti ada saatnya harus memutuskan, tapi menurut saya sebelum Monza terlalu cepat," ujarnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!