Dunia balap ketahanan dunia dikejutkan oleh pengumuman penting dari salah satu pembalap paling karismatik di lintasan. Robert Kubica secara resmi mengonfirmasi bahwa dirinya tidak akan lagi membalap untuk tim satelit Ferrari, AF Corse, pada kejuaraan FIA World Endurance Championship (WEC) musim 2027 mendatang. Keputusan besar ini diungkapkan oleh sang pembalap veteran berusia 41 tahun tersebut sesaat setelah berakhirnya seri pemungkas Monza 6 Hours pada hari Minggu, di mana ia bersama rekan setimnya menyelesaikan balapan di posisi keenam.

Musim 2026 menjadi penutup dari perjalanan tiga tahun yang penuh warna bagi pembalap asal Polandia tersebut bersama program Hypercar pabrikan asal Italia itu. Sejak pertama kali bergabung pada tahun 2024 setelah sukses merebut gelar juara kelas LMP2 bersama WRT, kehadirannya di kokpit mobil #83 499P selalu menjadi pusat perhatian. Dalam sebuah video yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya, ia menyampaikan salam perpisahan yang menyentuh kepada para pendukung setianya yang selama ini mengawal kiprahnya di balik kemudi mobil berwarna kuning khas tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Robert Kubica mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan luar biasa yang telah ia terima selama masa baktinya. "Balapan terakhir selesai, akhir musim. Biasanya, saya tidak terbiasa menyimpulkannya, dan saya tidak ingin merangkum tahun ini," ujar sang pembalap dalam video yang diunggah di Instagram. Ia kemudian menambahkan sebuah kalimat yang menegaskan akhir dari era tersebut, "Tapi hanya untuk memberi tahu kalian, ini adalah balapan terakhir saya dengan warna kuning. Begitulah adanya. Mari kita lihat apa yang akan dibawa oleh masa depan. Terima kasih atas dukungannya dan sampai jumpa lagi."

- Advertisement -
Advertisement

Puncak pencapaian luar biasa dari kerja sama selama tiga tahun ini tentu saja terjadi pada musim 2025, ketika ia sukses mengamankan kemenangan sensasional di ajang legendaris Le Mans 24 Hours. Peran vitalnya di Circuit de la Sarthe turut membantu Ferrari mempertahankan dominasi mereka dan mengamankan kemenangan beruntun ketiga di ajang balap ketahanan paling bergengsi di dunia tersebut. Kendati demikian, perjalanan di musim 2026 berjalan jauh lebih terjal dan penuh tantangan menyusul penurunan performa secara keseluruhan yang dialami oleh skuad asal Maranello tersebut.

Baca Juga Fuoco Antar Ferrari Rebut Pole Emosional di Monza

Meskipun mobil pabrikan #50 mampu meraih kemenangan di Austin dan mobil kembar #51 beberapa kali naik podium sepanjang delapan seri perlombaan, pencapaian terbaik bagi mobil #83 yang dikemudikan oleh Kubica bersama Phil Hanson dan Yifei Ye hanya berupa dua hasil finis di posisi kelima. Perlu dicatat pula bahwa dinamika dalam garasi mobil #83 memiliki keunikan tersendiri, di mana Hanson dan Ye merupakan pembalap yang terikat kontrak langsung dengan pabrikan, sementara Kubica membalap secara independen tanpa dukungan langsung dari pabrikan.

Hingga saat ini, masa depan karier balap pemenang Grand Prix Formula 1 tersebut masih menjadi teka-teki karena ia belum mengumumkan rencana selanjutnya untuk tahun 2027. Di sisi lain, AF Corse sendiri belum menentukan siapa pembalap yang akan mengisi kursi kosong peninggalannya, bahkan kepastian keikutsertaan tim tersebut di kelas Hypercar juga masih harus menghadapi persaingan ketat menyusul rencana kedatangan pabrikan-pabrikan raksasa baru seperti Ford dan McLaren.