Aksi mendebarkan tersaji pada akhir pekan balap Grand Prix Sao Paulo di Autodromo Jose Carlos Pace, di mana pembalap muda berbakat Kimi Antonelli harus merasakan manisnya kesuksesan tim sekaligus pahitnya penderitaan di atas lintasan. Sang juara dunia Formula 1 yang baru saja mengunci gelar tersebut sempat bertarung di barisan terdepan pada fase awal lomba, menunjukkan kecepatan luar biasa yang menjadi ciri khasnya sepanjang musim ini. Namun, seiring berjalannya lomba, situasi berubah drastis dan memaksa bintang muda asal Italia itu puas mengakhiri balapan di posisi kelima.
Titik balik petaka bagi pembalap andalan Mercedes ini terjadi ketika memasuki lap ke-20. Sebuah insiden putar arah atau spin yang tidak terduga terjadi dan langsung merusak struktur ban mobilnya secara total. Meskipun ia tidak kehilangan terlalu banyak posisi secara langsung akibat insiden tersebut, kerusakan pada karet bundar itu membuat ritme balapnya hancur lebur dan memaksanya segera melakukan pergantian ban darurat di pit lane.
Seusai balapan, pembalap berusia 20 tahun kelahiran Bologna tersebut secara terbuka mengungkapkan keanehan pada kendaraannya yang dirasakannya sejak awal lomba. Masalah utama terletak pada bagian belakang mobil yang terasa sangat tidak stabil, khususnya ketika melibas tikungan-tikungan cepat ke arah kiri. Keluhan teknis ini membuatnya merasa kebingungan menghadapi perilaku sasis mobil perak tersebut.
"Kami harus melihat apakah ada sesuatu yang tidak beres dengan bagian belakang, karena saya memiliki masalah yang terutama muncul di tikungan kecepatan tinggi. Itu hanya terjadi di tikungan kiri, bagian belakang terasa sangat tidak stabil, bahkan ketika saya berbelok ke jalur lurusan utama," keluh sang bintang Mercedes, seraya menambahkan keheranannya terhadap situasi janggal tersebut di sepanjang paruh pertama perlombaan.
Situasi semakin memburuk bagi sang juara baru ketika insiden putar arah memicu kerusakan parah pada keempat bannya akibat flat spot atau ban yang terkikis di satu sisi. Kecepatan kompetitifnya baru bisa kembali normal setelah tim memasang set ban kompon kedua pada mobilnya. Selepas garis finis, ia tidak dapat menyembunyikan rasa frustrasinya atas jalannya lomba di Sao Paulo, meski ia tetap berusaha bersikap profesional menghadapi hasil akhir yang diraihnya.
"Mobil terasa sangat aneh, dan setelah saya melakukan spin, keempat ban saya mengalami flat spot. Baru pada set ban kedua saya bisa kembali melaju dengan tempo normal saya. Itu tentu saja sangat disayangkan," ungkap Kimi sambil menghela napas panjang. Ia kemudian menambahkan secara jujur, "Saya sangat kecewa mengenai jalannya balapan ini, dan juga merasa kesal, namun saya akan mengesampingkan perasaan itu sekarang."
Baca Juga Antonelli Bantu Russell di Monza, Kini Tunggu BalasanDi balik kekecewaan mendalam atas hasil pribadi di lintasan, masih ada kebahagiaan besar yang menyelimuti kubu panah perak. Keberhasilan Kimi Antonelli dan rekan-rekan memastikan Mercedes merebut gelar juara dunia konstruktor menjadi momen paling emosional. Kerja keras para insinyur di pabrik Brixworth dan Brackley terbayar tuntas melalui pencapaian prestisius ini.
"Seluruh tim layak mendapatkannya, ini adalah tahun yang luar biasa dari semua orang. Bukan hanya orang-orang di sini di trek, tetapi juga para anggota tim di Brixworth dan Brackley telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Ini adalah kelompok orang yang luar biasa yang memberikan yang terbaik setiap hari. Itulah sebabnya mereka pantas mendapatkan gelar juara dunia ini. Kami akan merayakannya bersama-sama sekarang," jelas pemenang sembilan GP tersebut dengan penuh rasa bangga.
Ujian bagi pembalap muda ini tidak berhenti sampai di garis finis. Selepas perlombaan, ia harus menghadap para pengawas balapan atau steward akibat insiden nyaris bersenggolan di jalur pit dengan mobil Alpine milik Franco Colapinto saat meninggalkan area pit stop. Keputusan tegas diambil oleh pengawas balapan dengan menjatuhkan hukuman penalti waktu lima detik kepada sang juara dunia.
Kendati demikian, hukuman penalti tersebut sama sekali tidak mengubah posisi akhir hasil balapannya. Keunggulan waktu yang terlampau jauh yakni lebih dari 20 detik di depan pembalap posisi keenam, Oscar Piastri, membuat penalti lima detik itu menjadi tidak berdampak apa pun terhadap posisi kelima yang diraihnya pada lembar klasifikasi resmi GP Sao Paulo.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!