Musim FIA World Endurance Championship (WEC) 2024 ditutup dengan drama luar biasa di Sirkuit Monza, di mana Brendon Hartley sukses mengamankan gelar juara dunia pembalap yang kelima dalam kariernya. Meskipun balapan penutup musim ini menghadirkan tantangan berat, keunggulan poin yang dikumpulkan sepanjang musim memastikan trofi bergengsi tersebut tetap berada di tangan pembalap asal Selandia Baru itu bersama rekan setimnya.
Di barisan depan balapan 6 Jam Monza, Earl Bamber tampil sebagai bintang utama dengan mengantarkan mobil #38 Cadillac V-Series.R meraih kemenangan gemilang. Bamber, yang berbagi kokpit dengan Sebastien Bourdais dan Jack Aitken, mendominasi jalannya lomba dari atas kertas, meski ketegangan sempat memuncak di fase-fase akhir balapan akibat strategi penghematan bahan bakar yang ketat.
Ancaman nyata datang dari mobil #36 Alpine A424 yang dikemudikan oleh Victor Martins dan Jules Gounon. Martins mampu memangkas selisih waktu yang awalnya mencapai sepuluh detik menjadi hanya tersisa lima detik saja menjelang garis finis, membuat garasi Cadillac harus menahan napas di penghujung durasi enam jam balapan yang melelahkan.
Sementara itu, podium terakhir di posisi tiga besar berhasil diamankan oleh trio Ferrari #51 yang digawangi oleh Alessandro Pier Guidi, James Calado, dan Antonio Giovinazzi, yang harus puas finis di posisi ketiga dengan selisih waktu 35 detik di belakang sang pemenang lomba. Jalannya balapan sendiri diwarnai berbagai drama sejak tikungan pertama, termasuk insiden penalti lima detik bagi Dani Juncadella akibat insiden di chicane Retifilo.
"Pekerjaan yang luar biasa oleh semua orang hari ini," ujar Bamber mengekspresikan rasa syukurnya seusai perlombaan. "Kami telah bekerja keras dan terus berusaha sepanjang tahun, jadi menjaga rentetan kemenangan ini adalah sesuatu yang sangat spesial. Hari ini membuktikan bahwa kami memiliki ketenangan, tim, dan semua bahan untuk menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kejuaraan dunia tahun depan," tambahnya.
Baca Juga Robert Kubica Ungkap Kisah Unik Dibalik Kemenangan Le MansBagi Hartley, gelar juara dunia kelimanya diraih bersama rekan semobil Sebastien Buemi dan Ryo Hirakawa, meskipun trio tersebut gagal mendulang poin pada seri pamungkas ini. Pesaing terdekat mereka di klasemen, mobil sister Toyota #7 yang diawaki oleh Mike Conway, Kamui Kobayashi, dan Nyck De Vries, juga bernasib serupa dan harus puas finis di posisi ke-12 tanpa tambahan angka.
"Sebagai sebuah tim, kami telah merayakan keberhasilan mengamankan gelar pabrikan di Barcelona, yang terasa sangat luar biasa bagi semua orang," ungkap Hartley merefleksikan perjalanan musim ini. Dilansir dari Speedcafe, dominasi Toyota di kancah WEC semakin kukuh dengan tambahan gelar pabrikan dan konsistensi performa sepanjang kalender balap global tahun ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!