Musim FIA WEC 2026 akhirnya ditutup dengan sebuah drama penuh intrik di Sirkuit Monza, di mana Cadillac Hertz Team JOTA sukses mengakhiri penantian panjang mereka dengan meraih kemenangan perdana musim ini. Mobil nomor 38 yang dikemudikan oleh trio Jack Aitken, Sebastien Bourdais, dan Earl Bamber tampil luar biasa untuk menguasai jalannya balapan berdurasi enam jam tersebut secara meyakinkan sejak awal hingga garis finis.
Di sisi lain, garasi Toyota juga diselimuti suka cita setelah mobil nomor 8 yang diawaki oleh Sebastien Buemi, Brendon Hartley, dan Ryo Hirakawa resmi mengunci gelar Juara Dunia Pembalap (Drivers’ World Championship). Meskipun mereka harus puas finis di posisi ke-12 secara keseluruhan dan gagal meraup poin tambahan di seri pemungkas ini, keunggulan akumulatif poin yang telah dikumpulkan sepanjang musim terbukti cukup untuk mengamankan mahkota prestisius tersebut.
Jalannya balapan di Monza sendiri berlangsung sangat kacau dan diwarnai oleh berbagai insiden, tercatat ada empat periode Virtual Safety Car serta tiga kali Full Course Yellow yang menginterupsi ritme para peserta. Memulai lomba dari posisi start ketiga, Jack Aitken langsung menunjukkan agresivitasnya dengan melewati mobil Ferrari nomor 50 pole-sitter yang dikendarai Miguel Molina, sebelum akhirnya melakukan manuver penentu atas Daniel Juncadella dengan mobil Genesis nomor 19 di tikungan ikonik Parabolica.
Meskipun Genesis sempat memimpin sesaat di awal lap pembuka, manuver brilian Aitken pada lap ketujuh berhasil mengubah peta kekuatan balapan secara keseluruhan. Memasuki paruh kedua lomba, Sebastien Bourdais mampu menjaga posisi terdepan dengan konsisten sebelum tongkat estafet kemudi diserahkan kepada Earl Bamber saat periode Virtual Safety Car memasuki jam keempat balapan.
Menjelang fase akhir, tekanan besar datang dari kubu Alpine melalui aksi impresif Victor Martins yang memanfaatkan strategi bahan bakar berbeda untuk memangkas jarak. Menanggapi situasi menegangkan tersebut, Earl Bamber mengakui bahwa paruh akhir balapan menuntut konsentrasi tinggi antara menjaga kecepatan sekaligus melakukan konservasi bahan bakar secara cermat.
“Ya, maksud saya itu adalah balapan yang sangat berat. Ada banyak strategi yang berjalan,” ujar Bamber menjelaskan jalannya stint krusial tersebut.
Baca Juga Norris Uji Hypercar McLaren, Spekulasi Le Mans Mencuat“Kami sempat menjauh hingga delapan detik, lalu mereka mendekati kami tiga atau empat detik, tetapi kami berhasil mengamankan angkanya. Setelah itu kami bisa sedikit lebih bebas, dan saya pikir mereka sempat kelebihan konsumsi bahan bakar di bagian tengah,” imbuhnya.
Kemenangan dengan selisih waktu tipis 5,607 detik ini tidak hanya memberikan kepuasan bagi Cadillac, tetapi juga memperpanjang rekor luar biasa JOTA yang selalu konsisten meraih setidaknya satu kemenangan di ajang kompetisi ACO setiap musimnya selama 15 tahun berturut-turut. Hasil manis ini sekaligus menjadi perpisahan sempurna bagi Sebastien Bourdais dalam penampilan terakhirnya bersama tim.
“Ini selalu menjadi momen yang pahit sekaligus manis, tetapi tentu saja tidak ada cara lain yang lebih baik untuk mengakhirinya,” tutur Bourdais mengenang momen emosional tersebut.
“Sudah sangat lama kami menantikan kemenangan untuk mobil nomor 38 ini,” pungkasnya menutup musim.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!