Pandeglang, Nusantara Media – Miris sekali kondisi Pasar Baru Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Tumpukan sampah menggunung dan bahkan hampir menutup akses jalan utama, membuat aktivitas pedagang dan warga setempat lumpuh total. Sampah ini sudah menumpuk sejak Hari Raya Idul Fitri 1447 H hingga kini belum juga diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Gunungan sampah plastik, sisa makanan, dan limbah pasar kini membentuk “bukit sampah” yang menggunung di area Pasar Baru Labuan. Bukan hanya mengganggu pemandangan, sampah juga menyebar hingga menutup sebagian badan jalan, sehingga kendaraan sulit masuk dan keluar dari pasar.

Lokasi tepatnya berada di Pasar Baru Labuan, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Pasar ini merupakan pusat ekonomi rakyat yang seharusnya menjadi tumpuan pedagang dan pembeli, namun kini justru berubah menjadi tempat pembuangan sampah liar.

- Advertisement -

Masalah ini bermula sejak libur panjang Idul Fitri 2026. Volume sampah melonjak drastis pasca-Lebaran, dan hingga Jumat 3 April 2026 (hampir dua minggu setelah Idul Fitri) sampah masih menggunung tanpa ada tanda-tanda pengangkutan.

Warga sekitar, para pedagang pasar, dan pengguna jalan raya menjadi korban langsung. Pedagang mengeluhkan bau menyengat yang mengganggu pembeli, sementara akses jalan yang tertutup membuat distribusi barang dagangan terhambat. “Ini sudah keterlaluan, pasar kok jadi tempat sampah,” keluh salah seorang pedagang yang enggan disebut namanya.

Menurut informasi yang diperoleh, sampah pasca-Idul Fitri memang mengalami lonjakan signifikan di seluruh Pandeglang, termasuk kawasan wisata Labuan. Namun hingga kini pihak DLH Kabupaten Pandeglang belum memberikan penjelasan resmi mengapa sampah di Pasar Baru Labuan tidak kunjung diangkut ke TPA Bangkonol.

Ironisnya, tumpukan sampah kini tidak hanya membuat pasar kumuh dan bau, tetapi juga benar-benar menutup akses jalan. Aktivitas jual beli terganggu, risiko penyakit meningkat, dan citra Kabupaten Pandeglang sebagai destinasi wisata pesisir pun tercoreng. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan sebelum masalah ini semakin parah dan menimbulkan kerugian ekonomi yang lebih besar.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan DLH setempat diharapkan segera memberikan solusi konkret. Apakah akan ada tindakan cepat atau masalah sampah di Pandeglang akan terus berulang setiap Lebaran? Warga menunggu jawaban nyata.