Bekasi, Nusantara Media - Masjid Al-Hidayah yang berdiri megah di Kampung Cabang Lio, Desa Karang Asih, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kini terancam oleh abrasi tanah yang semakin parah.

Abrasi atau erosi tanah akibat gelombang air telah menggerus lahan di sekitar masjid, mendekati pondasi bangunan dan berpotensi meruntuhkannya jika tidak segera ditangani.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Hidayah, Ustadz Sarbini, menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia didampingi Ustadz Jejen dan Ustadz Asan sebagai tokoh masyarakat yang aktif dalam kegiatan keagamaan. Kepala Desa Karang Asih, Samsu Dawam, SH, beserta perangkat desa dan Ketua RT/RW juga hadir dalam peninjauan langsung. Masyarakat setempat, termasuk jamaah masjid, secara kolektif menyerukan dukungan untuk penyelamatan.

Peninjauan lokasi dilakukan pada Rabu, 11 Februari 2026, di mana kondisi abrasi semakin mendesak. Ancaman ini telah berlangsung bertahap, namun baru-baru ini semakin mengkhawatirkan warga.

Masjid berada di Kampung Cabang Lio, Desa Karang Asih, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, wilayah yang rentan terhadap abrasi karena dekat dengan garis pantai atau sungai yang sering mengalami erosi.

Masjid Al-Hidayah bukan hanya tempat ibadah untuk salat lima waktu dan Jumat, tetapi juga pusat pengajian Al-Qur’an, pendidikan anak, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Nilai historis dan emosionalnya bagi warga sangat tinggi, sebagai simbol persatuan umat dan pembinaan moral. Jika dibiarkan, abrasi bisa membahayakan keselamatan jamaah dan menghancurkan fungsi masjid sebagai jantung spiritual masyarakat.

Ustadz Sarbini menekankan perlunya kolaborasi dari pemerintah, tokoh agama, masyarakat, dan dermawan. Pemerintah desa berkomitmen berkoordinasi dengan instansi terkait untuk solusi teknis seperti pembangunan tanggul pencegah erosi atau dukungan administratif. Semangat gotong royong diharapkan menjadi kunci, dengan harapan langkah konkret segera direalisasikan untuk menjaga masjid tetap kokoh bagi generasi mendatang.