Nganjuk, Nusantara Media – Sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal yang menghebohkan terjadi di Simpang Tiga Pasar Kedungringin, Desa Drenges, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Insiden ini melibatkan seorang pengendara sepeda motor yang diduga dalam kondisi mabuk, sehingga kehilangan kendali dan menabrak pagar pasar hingga terpental masuk ke area pasar. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan keselamatan berkendara di malam hari, terutama saat kondisi jalan basah pascahujan.

Kecelakaan tunggal melibatkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AG 6655 VBQ yang menabrak pagar pasar. Pengendara terpental sejauh sekitar lima meter ke dalam area pasar, mengakibatkan luka serius seperti robek di dahi dan wajah, lecet di kedua kaki, serta sempat tidak sadarkan diri.

Korban adalah RAP, seorang laki-laki berusia 25 tahun, warga Dusun Jabon, Desa Drenges, Kecamatan Kertosono. Saksi mata dan saksi evakuasi adalah Habib, sopir ambulans Radio CAKRA KRISNA. Keterangan resmi disampaikan oleh Kapolsek Kertosono Polres Nganjuk, AKP Joni.

Kejadian berlangsung Selasa, 10 Februari 2026, sekitar pukul 22:21 WIB. Evakuasi dilakukan sekitar pukul 22:47 WIB, dan korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Kertosono untuk perawatan medis. Lokasi kecelakaan adalah Simpang Tiga Pasar Kedungringin, Desa Drenges, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Motor melaju dari arah selatan menuju utara sebelum menabrak pasar.

Diduga pengendara dalam kondisi mabuk saat mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Selain itu, kondisi jalan basah setelah diguyur hujan membuat pengendara kurang berhati-hati, sehingga kehilangan kendali.

Rekaman CCTV menunjukkan motor melaju kencang dari arah selatan, kemudian langsung menabrak pagar pasar di simpang tiga. Benturan keras menyebabkan pengendara terpental masuk ke dalam pasar. Proses evakuasi dilakukan oleh tim ambulans, dan korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan luka di kepala dan bagian tubuh lainnya.

Pihak kepolisian telah mengamankan lokasi kejadian dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. AKP Joni menekankan pentingnya keselamatan berkendara, terutama menghindari mengemudi dalam kondisi mabuk atau saat cuaca buruk. Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat Nganjuk dan sekitarnya untuk lebih waspada di jalan raya.