Pandeglang, Nusantara Media – Air mata tak henti mengalir di rumah sederhana keluarga Suherman dan Umianah. Pasangan suami istri lanjut usia ini kini berada di ujung kepasrahan setelah dua tahun berjuang melawan penyakit yang menyerang anak keduanya.
Anak kedua pasangan tersebut didiagnosis mengalami gangguan jiwa yang semakin parah. Kondisinya kini semakin memburuk dan dikhawatirkan berada di ambang batas yang membahayakan diri sendiri maupun orang sekitar. Berbagai upaya pengobatan medis sudah dilakukan secara maksimal oleh keluarga, mulai dari pengobatan konvensional hingga pengobatan alternatif, namun belum menunjukkan perbaikan berarti.
“Kami sudah habis-habisan berobat. Sudah tidak tahu lagi harus ke mana. Sekarang hanya berharap bisa dirawat di rumah sakit jiwa yang memadai,” ujar Umianah dengan suara bergetar.
Rencana untuk membawa anaknya ke Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor — rumah sakit jiwa tipe A dan rujukan nasional — sudah ada. Namun, keterbatasan ekonomi membuat rencana mulia tersebut belum bisa terlaksana. Biaya transportasi, administrasi, dan perawatan intensif menjadi beban berat bagi keluarga yang hidup sederhana di Kampung Kokok, Desa Muruy, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.
Pasangan Suherman (65) dan Umianah (50) yang dikaruniai empat anak ini kini hanya bisa berdoa dan berharap ada pihak-pihak yang peduli. Mereka berharap mendapatkan bantuan agar anaknya segera mendapat penanganan profesional di fasilitas kesehatan jiwa yang tepat sebelum kondisinya semakin memburuk.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!