Pandeglang,, Nusantara Media – Derita panjang dialami seorang warga Pandeglang bernama Juminah. Sudah satu tahun lamanya ia bergulat dengan luka pada payudara yang tak kunjung sembuh, bahkan semakin memburuk setelah menjalani operasi.
Awalnya, Juminah menjalani operasi di RSUD SHL Pandeglang selama satu minggu. Alih-alih membaik, kondisi kesehatannya justru memburuk drastis. Setelah dipulangkan, keluarga kembali membawanya ke RSI Labuan. Karena kondisinya yang semakin kritis, pasien ini akhirnya dilarikan ke RSUD Banten oleh tim medis dan relawan.
Evakuasi tersebut dilakukan oleh tim Bung Rio 89,5 FM bersama ADE Yayan dari tim PAS serta komunitas Banten Peduli.
Proses penanganan darurat ini berlangsung cepat untuk menyelamatkan nyawa Juminah.
Suami Juminah, Juli, tak kuasa menahan keprihatinan mendalam melihat istrinya yang telah lama menderita. “Sudah satu tahun istri saya menderita, operasi malah membuatnya semakin buruk. Kami sangat berharap ada bantuan sosial dari pemerintah,” ujar Juli dengan nada pilu, Selasa (29 April 2026).
Kondisi Juminah yang tak kunjung membaik meski telah menjalani serangkaian pengobatan dan operasi menimbulkan tanda tanya besar. Keluarga kini berharap mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah maupun pusat, baik dalam bentuk biaya pengobatan maupun bantuan sosial lainnya agar proses penyembuhan dapat berjalan optimal.
Kasus ini kembali menyita perhatian publik tentang akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah, khususnya penanganan luka pasca operasi yang rumit.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!