Bekasi, Nusantara Media - Cuaca ekstrem yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi menyebabkan banjir parah di Kecamatan Pebayuran. Luapan Sungai Citarum beserta Kali Kiwing dan Kali Ciherang membuat ratusan rumah warga terendam air setinggi 30-80 cm, memaksa sebagian penduduk mengungsi. Aparat gabungan, termasuk Babinsa, Camat Pebayuran, dan tim Destana, langsung bergerak cepat untuk membantu evakuasi dan distribusi bantuan.
Banjir merendam permukiman warga di dua desa, yaitu Desa Karangharja dan Desa Karangsegar. Di Karangharja, banjir memengaruhi Kampung Kobak Ceper dan Kampung Pisangbatu, dengan 627 kepala keluarga (KK) atau lebih dari 2.000 jiwa terdampak. Sebanyak 63 jiwa mengungsi ke Masjid Al Inayah. Di Karangsegar, sekitar 20 rumah terendam dengan 124 KK terdampak, meski warga masih bertahan di rumah atau mengungsi ke kerabat.
Warga terdampak utama adalah penduduk desa tersebut. Aparat gabungan meliputi Koramil 11/Pebayuran, Polsek Pebayuran, Pemerintah Kecamatan Pebayuran, aparatur desa, dan Destana. Babinsa Desa Karangharja, Sertu Surata (mewakili Danramil Pebayuran), serta Camat Pebayuran, Hasyim Adnan Adha, S.STP., MSI, memimpin respons bencana. Tidak ada korban jiwa atau luka-luka dilaporkan.
Banjir mulai terjadi pada Selasa siang, 27 Januari 2026, dan masih berpotensi meningkat hingga saat ini (29 Januari 2026).
Lokasi utama adalah Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, khususnya Desa Karangharja (Kampung Kobak Ceper dan Pisangbatu) serta Desa Karangsegar. Air meluap dari sungai sekunder seperti Kali Kiwing dan Kali Ciherang.
Penyebab utama adalah cuaca ekstrem yang memicu luapan Sungai Citarum, Kali Kiwing, dan Kali Ciherang. Faktor pendukung termasuk curah hujan tinggi dan kondisi sungai yang rentan banjir musiman di wilayah Bekasi.
Banjir terjadi akibat luapan air sungai yang masuk ke permukiman. Penanganan dilakukan dengan mengerahkan perahu warga untuk evakuasi, meski jumlahnya terbatas. Aparat memantau ketinggian air, mendata kebutuhan seperti makanan, obat-obatan, dan dapur umum. Camat Pebayuran mendiskusikan bantuan di Posko Bencana, sementara warga diimbau waspada jika hujan kembali turun.
Pemerintah kecamatan menegaskan komitmen untuk tidak tinggal diam, dengan fokus pada bantuan mendesak. Hingga kini, situasi terkendali tanpa korban, namun pemantauan intensif terus dilakukan untuk mencegah eskalasi.
Untuk informasi terkini tentang banjir di Bekasi atau tips pencegahan banjir musiman, pantau update resmi dari BPBD Kabupaten Bekasi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!