Pandeglang, Nusantara Media - Banjir besar akibat luapan Sungai Cilemer telah melanda wilayah Pagelaran Timur RT 02/03, Desa Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kejadian ini dimulai sejak malam Kamis, 21 Januari 2026, dan menyebabkan air mencapai ketinggian antara 50 cm hingga 1 meter. Sebanyak 17 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pagelaran 4 untuk menyelamatkan diri.
Menurut keterangan warga setempat, termasuk Siti yang menjadi salah satu korban, banjir ini disebabkan oleh luapan air Sungai Cilemer yang tidak terkendali akibat curah hujan tinggi. "Air datang tiba-tiba malam itu, dan kami harus segera evakuasi keluarga ke sekolah," ujar Siti. Para pengungsi saat ini belum menerima bantuan apapun dari pihak berwenang atau lembaga terkait, meskipun mereka sangat membutuhkan logistik seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan dasar.
Keluhan utama dari warga adalah pengalaman buruk dengan bantuan sebelumnya. Siti dan warga lainnya mengeluhkan bahwa logistik bantuan banjir di masa lalu "raib" dan tidak dibagikan secara merata kepada korban. "Kami berharap donasi atau bantuan kali ini diberikan langsung ke tangan kami agar tepat sasaran dan tidak hilang di tengah jalan," tambah Siti. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan kesehatan dan keselamatan pengungsi, terutama anak-anak dan lansia, di tengah kondisi pengungsian yang terbatas.
Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan untuk memberikan bantuan darurat dan melakukan upaya pencegahan banjir jangka panjang, seperti normalisasi sungai. Hingga saat ini, belum ada respons resmi dari Pemkab Pandeglang terkait kejadian ini. Warga Pagelaran mendesak masyarakat luas untuk memberikan donasi langsung guna memastikan bantuan mencapai korban yang membutuhkan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!