Pandeglang, Nusantara Media - Banjir besar kembali melanda wilayah Desa Sukadame, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Rabu malam, 21 Januari 2026. Air bah yang mencapai ketinggian hingga 1 meter merendam tiga kampung utama, yaitu Kampung Pojok Cileheung (RT 01/RW 02), Kampung Pojok Kidul (RT 05/RW 02), dan Kampung Tengah (RT 03/RW 02), dengan total sekitar 120 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Warga setempat, termasuk Haerudin, melaporkan banyak kehilangan perabotan rumah tangga akibat genangan air yang tiba-tiba datang.
Menurut laporan warga, banjir ini berasal dari kiriman air dari hulu sungai yang meluap ditambah pasang air laut yang memperburuk kondisi. "Air naik cepat sekali malam itu, kami kehilangan banyak barang rumah tangga," ujar Haerudin, salah seorang warga terdampak. Sebagian warga telah mengevakuasi diri secara mandiri ke rumah keluarga atau pabrik padi terdekat yang aman dari banjir. Namun, hingga kini, belum ada bantuan resmi yang diterima, meskipun wilayah ini sering dilanda banjir serupa akibat luapan Sungai Cilemer dan Cisata.
Banjir di Pandeglang bukan hal baru; sejak awal Januari 2026, hujan deras telah menyebabkan banjir di 14 desa di kabupaten ini, dengan ketinggian air mencapai 1 meter di beberapa lokasi.
Pemerintah daerah sebelumnya telah menyalurkan bantuan sembako dan air bersih ke desa-desa terdampak seperti Sukadame, Pagelaran, dan Bulagor, serta melakukan monitoring pasca-banjir.
Namun, untuk kejadian terbaru ini, warga mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk segera bertindak nyata. Mereka meminta bantuan logistik darurat seperti makanan, obat-obatan, dan pakaian, serta normalisasi Sungai Cisata dan Cilemer guna mencegah banjir berulang.
Bupati Pandeglang Dewi Setiani dan Wakil Bupati Iing Andri Supriadi diketahui telah meninjau lokasi banjir sebelumnya, termasuk di Desa Sukadame, untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi.
Meski demikian, warga berharap respons lebih cepat untuk banjir kali ini, mengingat dampaknya yang semakin parah terhadap kehidupan sehari-hari, termasuk akses jalan yang lumpuh dan anak-anak yang terpaksa tidak sekolah.
Pihak berwenang diimbau untuk segera melakukan evakuasi massal jika diperlukan dan mempercepat program pencegahan bencana, mengingat prediksi cuaca yang masih berpotensi hujan deras di wilayah hulu sungai.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!