Pabrikan asal Noale, Aprilia, mulai memberikan sinyal kuat terkait kemungkinan penerapan instruksi tim atau team orders demi mengamankan gelar juara dunia MotoGP 2026. Meskipun demikian, para pembalap mereka saat ini masih diberikan kebebasan penuh untuk saling bersaing secara terbuka di lintasan balap tanpa adanya pembatasan ketat pada fase awal perebutan titel bergengsi ini.

Situasi klasemen sementara semakin memanas setelah rangkaian balapan akhir pekan di Sirkuit Mandalika rampung digelar. Juara dunia tujuh kali, Marc Marquez, kini menjadi ancaman nyata yang berdiri di antara ambisi besar pabrikan Italia tersebut dan titel pebalap perdana mereka di kelas utama, di mana ia hanya terpaut tipis dua poin saja dari sang pemimpin klasemen sementara.

Di sisi lain, rekan setim sang pemuncak klasemen, Jorge Martin, sukses mengamankan kemenangan penting di Mandalika, namun masih tertinggal 46 poin di belakangnya. Dengan masih tersedianya ratusan poin maksimal hingga seri pemungkas musim ini, dinamika internal garasi tentu menjadi sorotan tajam, terlebih dengan situasi kontrak Martin yang akan hengkang pada akhir musim mendatang.

- Advertisement -
Advertisement

Bos motorsport Aprilia, Massimo Rivola, memberikan penjelasan terperinci mengenai pendekatan strategis timnya dalam menghadapi sisa kalender balap musim ini. Dalam wawancaranya bersama MotoGP.com selepas GP Indonesia, ia menegaskan bahwa pintu bagi penerapan instruksi tim baru akan dibuka pada fase-fase krusial penutup musim jika situasi poin memang mengharuskannya.

"Maksud saya, kami sudah mengatakannya sejak awal, bahwa selama peluang secara matematis masih terbuka, maka semuanya terbuka," ungkap Rivola. "Jadi, di satu sisi, bagus bagi kami memiliki lebih banyak pembalap yang bisa bertarung untuk kemenangan balapan, namun di saat yang sama kami akan saling mengambil poin satu sama lain. Tetapi pada akhirnya bagi Aprilia, sangat bagus untuk citra merek memiliki motor-motor di depan, dan saya pikir mereka semua layak mendapatkan kesempatan mereka. Jelas, jika nantinya hanya tersisa satu pembalap dalam persaingan pada suatu tahap, mungkin untuk dua balapan terakhir, kita akan lihat nanti."

Baca Juga Fabio Di Giannantonio Akui Remehkan Crash MotoGP Brasil 2026

Direktur teknik Fabiano Sterlacchini turut memperkuat pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa saat ini seluruh anggota skuad masih memegang kebebasan penuh di atas aspal. Kendati demikian, diskusi internal mulai digulirkan guna merumuskan panduan demi meminimalisasi insiden yang merugikan pabrikan, meskipun mereka menyadari bahwa balapan roda dua memiliki faktor ketidakpastian yang sangat tinggi.

"Jelas, kami mulai berdiskusi di antara kami sendiri, untuk mulai membuat beberapa arahan, pedoman untuk menghindari masalah," ucap Sterlacchini. Menanggapi keterbatasan komunikasi langsung di atas motor, Rivola yang pernah menjabat sebagai direktur olahraga Ferrari F1 menegaskan bahwa dunia balap motor memiliki karakteristik yang jauh berbeda dibandingkan ajang balap roda empat.

"Maksud saya, kami bukan F1," tegas Rivola. "Tidak ada radio, kami dapat melakukan obrolan dan rapat, kami selalu mengatakan kepada anak-anak kami untuk bersikap tenang, terutama antara sesama pebalap Aprilia, namun kemudian Anda melihat apa yang terjadi di garis start kemarin. Jadi, jika Anda juga ketiban sedikit nasib buruk, maka insiden bisa terjadi begitu saja."