Pabrikan asal Noale, Aprilia, mulai membuka kemungkinan untuk menerapkan instruksi tim atau team orders lebih awal dari batas matematis perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini. Direktur Teknik Aprilia, Fabiano Sterlacchini, memberikan indikasi kuat bahwa kebijakan internal tersebut bisa segera ditinjau ulang demi mengamankan kepentingan pabrikan di sisa kalender balap.

Langkah ini sedikit berbeda dengan pendirian CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, yang sebelumnya konsisten menyatakan bahwa instruksi tim tidak akan diberlakukan selama pembalap mana pun masih memiliki peluang matematis untuk merebut titel juara. Perdebatan ini mencuat menyusul akhir pekan yang luar biasa di Sirkuit Mandalika, di mana Aprilia mencatatkan sejarah dengan menyapu bersih posisi empat besar, namun persaingan di puncak klasemen tetap berjalan sangat ketat.

Selepas GP Indonesia di Mandalika, sang pemimpin klasemen Jorge Martin tetap mempertahankan keunggulan tipis dua poin atas rival terdekatnya dari kubu Ducati, Marc Marquez. Berdasarkan perhitungan poin yang tersisa dari lima seri pamungkas, keempat pembalap yang menunggangi motor RS-GP masih tercatat secara matematis berada dalam jalur perebutan mahkota juara dunia musim ini.

- Advertisement -
Advertisement

Dengan total lima seri tersisa dan maksimal 185 poin yang diperebutkan, rekan setim Martin sekaligus pemenang balapan di Mandalika, Marco Bezzecchi, tertinggal 46 poin dari puncak klasemen. Sementara itu, dua pembalap dari tim satelit Trackhouse, Ai Ogura dan Raul Fernandez, masing-masing tertinggal 96 serta 119 poin dari posisi teratas.

Situasi perebutan poin ini akan semakin mengerucut seiring bergulirnya balapan-balapan berikutnya di Phillip Island, Sepang, Qatar, Portimao, hingga seri penutup di Valencia. Raul Fernandez diprediksi menjadi pembalap Aprilia pertama yang akan keluar darihitung matematis gelar jika selisih poin saat ini tidak mengalami perubahan signifikan setelah GP Malaysia di Sepang.

Menanggapi situasi internal yang semakin kompetitif ini, Fabiano Sterlacchini menegaskan bahwa taruhan musim ini terlalu besar untuk mengabaikan potensi kerugian finansial maupun teknis akibat insiden di atas lintasan. Sterlacchini menyebutkan kepada Sky Italia bahwa mereka akan memberikan tenggat waktu satu hingga dua balapan ke depan sebelum akhirnya mengambil keputusan tegas.

Baca Juga Marc Marquez Akui Belum Nyaman dengan Motor Ducati 2026

"Taruhannya tinggi, dan kami harus menghindari 'pemborosan uang', seperti yang sudah terjadi," ujar Sterlacchini kepada Sky Italia. "Ini bukan waktunya untuk instruksi; kami akan memberi diri kami waktu 1-2 balapan, setelah itu kami harus menarik garis dan mulai membagikannya; itu adalah bagian dari olahraga ini."

Lebih lanjut, dalam sesi wawancara terpisah di Mandalika, Sterlacchini menjelaskan bahwa penerapan awal instruksi tim nantinya akan lebih difokuskan pada upaya pencegahan masalah ketimbang melakukan perubahan posisi secara paksa di antara para pembalap. Pabrikan ingin memastikan seluruh rider tetap berada dalam koridor aman demi menghindari insiden yang merugikan tim secara keseluruhan.

"Tentu saja memiliki empat pembalap Aprilia yang cepat adalah masalah yang bagus! Sangat bagus memiliki masalah seperti ini untuk dikelola," tambah Sterlacchini. "Untuk saat ini, seperti yang juga dinyatakan oleh Massimo, CEO kami, semuanya masih bebas tanpa instruksi tim. Jelas, kami mulai berdiskusi di antara kami untuk menetapkan beberapa direktif, beberapa pedoman untuk menghindari masalah."