Pembalap senior Lewis Hamilton akhirnya memberikan penjelasan terbuka mengenai keputusannya yang berujung mahal pada balapan Formula 1 Grand Prix Singapura. Juara dunia tujuh kali tersebut sebelumnya berada di jalur yang tepat untuk mengamankan posisi ketiga, namun balapannya berantakan ketika ia memilih untuk mengabaikan instruksi dari pit wall tim Ferrari agar masuk ke dalam pit.
Keputusan kontroversial tersebut diambil saat periode virtual safety car berlangsung. Hamilton bersikeras untuk tetap berada di lintasan dengan menggunakan ban lunak, sebuah pertaruhan besar yang berbuah bencana dengan catatan stint mencapai 44 putaran. Akibat keputusan mandiri ini, pembalap asal Inggris tersebut harus terpental dari zona podium dan hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi keenam secara keseluruhan.
Segera setelah melintasi garis finis, pembalap bernomor mobil khas tersebut langsung menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh anggota skuad Kuda Jingkrak karena merasa telah mengecewakan tim. Hamilton sempat dibebaskan dari kewajiban media pascalomba setelah dilaporkan merasa kurang enak badan, sehingga alasan di balik keputusannya sempat menjadi tanda tanya besar bagi para pengamat dan penggemar motorsport.
Melalui akun media sosial pribadinya pada hari Senin, sang juara dunia akhirnya angkat bicara untuk pertama kalinya ke publik. Dalam unggahan tersebut, ia dengan besar hati mengakui bahwa hasil minor di Marina Bay sepenuhnya merupakan kesalahan dan tanggung jawab pribadi yang harus ia pikul di pundaknya.
"Kemarin bukanlah hasil yang kami harapkan, dan itu sepenuhnya kesalahan saya," tulis Hamilton di akun Instagram pribadinya. Ia menambahkan bahwa di sirkuit yang terkenal sulit untuk melakukan aksi salip-menyalip, dirinya merasa perlu mencoba sesuatu yang berbeda, namun strategi pilihan tersebut terbukti gagal total memberikan hasil positif.
Baca Juga Williams Terpuruk, Vowles: Upgrade 2026 Tak Cukup untuk PoinLebih lanjut, ia menyebut insiden ini sebagai pelajaran yang sangat menyakitkan namun berharga dalam karier panjangnya di ajang balap mobil paling elite di dunia. Hamilton menegaskan bahwa dalam olahraga ini, tidak semua keputusan taktis akan berjalan sesuai rencana, dan kunci utamanya adalah keberanian mengakui kesalahan serta bagaimana cara bangkit untuk melangkah ke depan.
Meski akhir pekan di Singapura berakhir di luar ekspektasi, Hamilton tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para mekanik dan insinyur atas kerja keras mereka sepanjang akhir pekan. Ia meyakini bahwa finis di posisi keenam sama sekali tidak mencerminkan kecepatan mobil yang sebenarnya, dan masih ada banyak aspek positif yang bisa dipelajari untuk menghadapi seri berikutnya.
Perolehan poin yang kurang maksimal ini membuat posisi Hamilton di klasemen sementara semakin tertekan, di mana ia kini hanya memiliki keunggulan tipis delapan angka saja dari rival terdekatnya, Max Verstappen. Pembalap Red Bull tersebut terus mendekat usai sukses mengamankan kemenangan dominan kedua secara beruntun.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!