Pandeglang, Nusantara Media – Kondisi Jembatan Ciliman atau yang dikenal sebagai Jembatan Sidamukti di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, kini semakin memprihatinkan. Jembatan yang menjadi jalur vital penghubung Desa Sidamukti menuju Pasar Panimbang ini mengalami kerusakan
parah setelah dilakukan perbaikan tambal sulam pada Agustus 2025.
Sebelum rehabilitasi tersebut, permukaan jalan di jembatan relatif mulus dan nyaman dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, pasca penambalan aspal secara sporadis, kondisi justru memburuk drastis.
Lubang-lubang baru bermunculan, tambalan aspal mudah lepas, serta permukaan jalan menjadi tidak rata dan berbahaya—terutama saat musim hujan atau bagi pengguna jalan harian.
Warga setempat, termasuk pedagang di Pasar Panimbang, pengendara dari arah Pandeglang-Panimbang, serta masyarakat Desa Sidamukti, menjadi korban utama. Salah seorang warga Panimbang, Danu, mengaku sering mengalami kesulitan melintas karena kondisi jalan yang tidak rata dan rawan tergelincir.
Diduga penyebab utama kerusakan ini adalah:
Kualitas bahan tambal sulam yang rendah.
Pengerjaan tidak rapi dan tidak merata.
Kurangnya pemeliharaan lanjutan pasca perbaikan.
Beban lalu lintas harian yang tinggi ditambah pengaruh cuaca ekstrem.
Akibatnya, kondisi jembatan saat ini lebih buruk dibandingkan sebelum adanya intervensi perbaikan pada Agustus 2025. Hingga Januari 2026, kerusakan semakin parah dan menimbulkan risiko kecelakaan bagi ribuan kendaraan yang melintas setiap harinya.
Jembatan ini merupakan arteri penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat Panimbang, termasuk transportasi ke pasar tradisional, akses sekolah, dan mobilitas harian antarwilayah. Kerusakan berkepanjangan dikhawatirkan dapat menghambat roda perekonomian lokal serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Warga dan pengguna jalan menyesalkan bahwa upaya perbaikan yang seharusnya meningkatkan kenyamanan malah memperburuk situasi. Mereka menuntut evaluasi mendalam dari pihak terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang serta pelaksana proyek,
untuk segera melakukan perbaikan permanen—bukan sekadar tambal sulam sementara.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat. Masyarakat Panimbang berharap ada respons cepat dan tindakan konkret agar Jembatan Sidamukti / Ciliman kembali aman dan layak dilalui, sehingga tidak lagi menjadi sumber bahaya bagi pengguna jalan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!