LAMPUNG, Nusantara Media – Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Jumat siang, 3 Juli 2026. Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan terjadi tepat pada pukul 11:50 WIB.

Peristiwa ini memicu perhatian warga di sekitar pesisir Lampung dan Banten serta para pemangku kepentingan kebencanaan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, tinggi kolom abu vulkanik teramati mencapai kurang lebih 200 meter di atas puncak, atau sekitar 357 meter di atas permukaan laut.

- Advertisement -

Visual abu yang terlontar dari kawah teramati berwarna kelabu hingga cokelat dengan intensitas sedang hingga tebal.Secara klimatologis, sebaran abu vulkanik saat erupsi terjadi terpantau condong ke arah barat dan barat laut.

Erupsi ini juga terekam dengan jelas pada alat seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 65 mm dan durasi letusan berlangsung selama kurang lebih 32 detik.

Hingga saat ini, Badan Geologi Kementerian ESDM menetapkan Gunung Anak Krakatau pada Status Level III atau Siaga. Status ini menandakan adanya peningkatan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan tinggi dari berbagai pihak.

Terkait status tersebut, PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat umum, pengunjung, wisatawan, maupun para pendaki. Masyarakat dilarang keras untuk mendekati area Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Langkah preventif ini diambil untuk menghindari risiko terpapar material vulkanik langsung, gas beracun, serta potensi lontaran batu pijar yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Pemerintah daerah dan otoritas terkait di wilayah Lampung dan Banten diminta untuk terus memantau informasi terkini melalui kanal resmi MAGMA Indonesia. Masyarakat diimbau untuk tidak terpancing oleh berita bohong atau hoaks yang beredar di media sosial mengenai aktivitas gunung berapi.

Selalu gunakan masker jika terjadi hujan abu vulkanik untuk melindungi sistem pernapasan, serta persiapkan langkah evakuasi mandiri jika kondisi gunung menunjukkan peningkatan aktivitas yang lebih ekstrem.Gunung Anak Krakatau memang dikenal sebagai gunung api yang sangat aktif di Selat Sunda.

Karakteristiknya yang cepat berubah mengharuskan setiap orang yang berada di sekitar kawasan tersebut untuk selalu mematuhi zona larangan yang telah ditentukan demi keselamatan bersama.

Pihak PVMBG akan terus melakukan pemantauan visual dan instrumental secara intensif guna memberikan update data yang akurat bagi publik.