Lebak, Nusantara Media  – Suasana tenang di Kampung Parung, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Kamis (13/8/2026) petang. Seorang ibu rumah tangga dilaporkan hilang dan diduga kuat tenggelam di aliran Sungai Cikupa saat sedang beraktivitas di pinggiran sungai tersebut.

Kejadian membahayakan kondisi manusia ini langsung memicu respons cepat dari aparat setempat. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten secara resmi telah menerima laporan terkait insiden hilangnya satu orang warga tersebut dan langsung menginisiasi operasi pencarian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan kejadian ini pertama kali diterima oleh pihak Basarnas Banten pada pukul 19.01 WIB. Laporan tersebut diteruskan secara langsung oleh Kepala Unit (Kanit) Intel Kepolisian Sektor (Polsek) Cibadak, Sulasa. Dalam laporannya, disebutkan bahwa korban diduga terseret arus atau tenggelam karena tidak ditemukan di lokasi terakhirnya beraktivitas.

- Advertisement -

Berdasarkan penelusuran kronologi kejadian, peristiwa pilu ini bermula pada Kamis siang, sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, korban yang diketahui bernama Kholisah (34) sedang melakukan aktivitas rutin mencuci pakaian di pinggir Sungai Cikupa. Ia tidak sendirian, melainkan ditemani oleh buah hatinya.

Di tengah aktivitas mencuci tersebut, anak korban meminta izin untuk pulang ke rumah terlebih dahulu karena ada jadwal pergi mengaji. Kholisah pun mengizinkan anaknya pulang sementara ia menyelesaikan sisa cuciannya di bantaran sungai.

Namun, petaka diduga terjadi setelah itu. Sepulang dari mengaji, sang anak berniat menyusul kembali ibunya ke sungai. Sesampainya di lokasi tempat mereka mencuci, sang anak dibuat terkejut karena ibunya sudah tidak ada di tempat. Di pinggir sungai itu, hanya tertinggal tumpukan pakaian milik korban yang hendak dicuci, tanpa ada tanda-tanda keberadaan Kholisah.

Panik dengan situasi tersebut, keluarga dibantu warga setempat sempat melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi kejadian. Namun, hingga petang menjelang, korban tak kunjung ditemukan, sehingga aparat desa dan Polsek Cibadak segera meneruskan informasi ini ke Basarnas Banten.

Merespons laporan yang masuk, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten langsung menginstruksikan pergerakan personel. Tepat pada pukul 19.21 WIB, satu regu Tim Rescue Basarnas Banten diberangkatkan menuju titik koordinat kejadian guna melaksanakan operasi Search and Rescue (SAR).

Dengan jarak tempuh dari pos ke lokasi, tim penyelamat diperkirakan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 20.30 WIB. Setibanya di lokasi, tim SAR dari Basarnas Banten akan langsung melakukan koordinasi taktis dengan unsur SAR gabungan lainnya, termasuk TNI, Polri, BPBD Lebak, relawan, dan masyarakat setempat.

Sebagai informasi, korban tercatat sebagai Kholisah, seorang perempuan berusia 34 tahun. Ia merupakan warga asli yang berdomisili di Kampung Parung RT 009/RW 002, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Proses pencarian di malam hari tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait jarak pandang dan karakteristik arus Sungai Cikupa. Oleh karena itu, tim SAR gabungan akan melakukan pemetaan area pencarian (search area) dan menentukan metode yang paling aman serta efektif berdasarkan kondisi debit air sungai saat ini.

Hingga berita ini diturunkan pada Kamis (13/8/2026) malam, status korban Kholisah masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif oleh tim SAR gabungan. Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan korban.