Pandeglang, Nusantara Media  - Banjir besar kembali mengancam wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menyusul curah hujan tinggi yang terjadi belakangan ini. Pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, situasi di lapangan semakin genting dengan air banjir yang terus naik dan menggenangi sejumlah desa serta infrastruktur vital.

Menurut laporan dari anggota Koramil 0116/Cikeusik,Kodim 0601/Pandeglang, kondisi di Jembatan Cipaas, Desa Cikadongdong, Kecamatan Cikeusik, menjadi sorotan utama. Jembatan ini, yang merupakan penghubung antar kabupaten, sempat viral beberapa waktu lalu karena kerusakan akibat banjir sebelumnya. Kini, warga setempat bergotong royong membangun jembatan darurat untuk menjaga akses transportasi tetap terbuka. "Ini merupakan jembatan darurat yang kita buat bersama masyarakat melalui gotong royong," ujar Sertu Eri Priatna di lokasi.

Tak hanya itu, di Jalan Raya Jembatan Dua—yang merupakan jalan provinsi sekaligus nasional—air banjir baru saja naik dan diprediksi akan semakin tinggi menjelang pukul 00.00 malam. "Ada kemungkinan air akan naik lagi nanti malam," tambah anggota Koramil yang sedang bertugas di sana.

Situasi semakin dramatis di Kampung Lewi Gede, Kecamatan Cikeusik di mana banjir telah merendam area hingga ketinggian sekitar 1,8 meter. Warga dan petugas terpaksa menggunakan perahu untuk evakuasi dan pemantauan. "Saat ini kita naik perahu untuk menjangkau area terendam," lapor petugas dari lapangan.

Pemerintah daerah dan TNI telah dikerahkan untuk membantu masyarakat, termasuk memantau perkembangan banjir yang diprediksi masih akan berlanjut. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi jika diperlukan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian lahan sawah yang baru ditanam padi cukup signifikan