James Vowles, kepala tim Williams, dengan jujur mengakui bahwa timnya turut bertanggung jawab atas insiden tabrakan antara Alex Albon dan Carlos Sainz di Grand Prix Belanda. Insiden yang terjadi di akhir balapan yang kacau di Zandvoort itu memang menjadi sorotan, tetapi Vowles menegaskan bahwa kesalahan tidak hanya berada di pundak para pembalap.

Dalam video debrief tim bertajuk The Vowles Verdict, James Vowles berbicara panjang lebar mengenai momen ketika kedua mobil Williams saling bertabrakan saat bersaing di luar zona poin. Menurutnya, baik Albon maupun Sainz sama-sama memiliki tanggung jawab untuk menghindari kontak, tetapi yang lebih penting, tim juga punya andil dalam menciptakan situasi yang berisiko tersebut.

"Seperti yang Anda lihat, Alex dan Carlos bertabrakan di lintasan. Ada banyak pertanyaan tentang salah siapa, dan saya akan mulai dari sini. Saya pikir dengan dua pembalap kami, keduanya punya tanggung jawab untuk tidak saling menabrak. Sulit untuk membebankan kesalahan lebih banyak ke salah satu dari mereka, tetapi keduanya sama-sama bersalah. Dalam situasi khusus ini, saya justru berpikir kami sebagai tim punya andil," ujar Vowles.

- Advertisement -
Advertisement

Akar masalahnya, menurut Vowles, adalah keputusan pitwall untuk membiarkan Sainz tetap di lintasan dengan ban yang sudah aus saat periode Virtual Safety Car (VSC). Tim khawatir jika Sainz masuk pit, ia akan tertahan di belakang Albon dan Franco Colapinto, sehingga posisinya tidak berubah. Namun, keputusan itu justru membuat kedua mobil Williams saling bertarung sengit tanpa memperebutkan poin.

"Kami mencoba membiarkan Carlos tetap di luar saat VSC. Alasannya, jika kami berhenti, ia akan berada di belakang Alex dan Franco. Jadi Anda kembali ke posisi semula, tanpa kecepatan untuk menyalip mereka. Tetapi, itu juga menempatkan mobil kami dalam situasi di mana mereka bertarung mati-matian tanpa poin. Itu bukan situasi yang seharusnya kami ciptakan," tambah Vowles.

Baca Juga Norris Rebut Pole GP Belanda 2026 di Tengah Guyuran Hujan Zandvoort

Akibat insiden tersebut, Albon terpaksa mundur dari balapan, sementara Sainz finis di posisi ke-16. Sainz sendiri mendapat penalti 10 detik yang ia akui sebagai keputusan yang adil. Pembalap asal Spanyol itu menjelaskan bahwa ia terkejut saat mencoba bertahan, karena ban kerasnya sudah sangat aus dan mobilnya kesulitan menjaga ritme.

"Penalti yang adil. Saya sedikit terkejut ketika saya mencoba bertahan. Saya memakai ban keras yang sangat aus, kesulitan dengan mobil dan kecepatan balapan. Saat saya mengerem di bagian dalam, ada gundukan besar di dalam Tikungan 1. Semakin ke dalam, semakin besar gundukannya. Saya akhirnya menghantam dengan pelat lantai. Ban depan saya terangkat. Begitu saya menyentuh rem, saya mengunci dan menyeret Alex bersama saya, yang merupakan hasil terburuk untuk balapan itu karena kami tidak sedang memperebutkan sesuatu yang besar. Sejujurnya, itu benar-benar mengejutkan saya. Saya minta maaf kepadanya, karena itu hal terakhir yang saya inginkan," ungkap Sainz.

Insiden ini menjadi pengingat betapa pentingnya strategi dan komunikasi yang tepat di dalam tim, terutama saat tekanan balapan meningkat. Williams kini harus berbenah agar kejadian serupa tidak terulang di seri-seri berikutnya.