Keputusan Red Bull menukar pembalap pada Grand Prix Belanda kembali memicu perdebatan soal keuntungan dua tim Formula 1 yang berbagi kepemilikan yang sama. Akibat cedera pergelangan tangan yang dialami Isack Hadjar jelang akhir pekan balapan di Zandvoort, tim Milton Keynes memanggil Liam Lawson dari tim saudara Racing Bulls untuk menggantikannya di samping Max Verstappen.
Untuk mengisi kekosongan di Racing Bulls, pembalap cadangan Yuki Tsunoda naik kelas untuk balapan bersama rookie Arvid Lindblad. Situasi ini menjadi sorotan karena Red Bull bisa langsung memanfaatkan pembalap yang sudah terbiasa dengan mobil spesifikasi 2026, sementara tim lain harus mengandalkan pembalap cadangan yang mungkin tidak memiliki pengalaman sebanyak itu.
Naomi Schiff, mantan pembalap W Series dan analis Sky Sports, menunjukkan keuntungan ini. "Sepertinya ada sedikit keuntungan untuk bisa memasukkan seseorang yang sudah mengendarai mobil-mobil ini, dan saya kira Ferrari adalah satu-satunya tim lain yang mungkin akan memanggil Oliver Bearman," ujar Schiff dalam podcast Up To Speed. Ia menambahkan bahwa meski lingkungan di Red Bull mungkin terasa menakutkan bagi Lawson, fakta bahwa ia sudah familiar dengan mobil memberikan nilai tambah.
Schiff juga menyoroti perbedaan dengan tim lain, seperti Mercedes yang memiliki Fred Vesti sebagai pembalap cadangan yang sering bepergian bersama tim. "Saya pikir ini memang menjadi keuntungan bagi Liam, tapi itu tidak mengurangi fakta bahwa itu mungkin lingkungan yang menakutkan untuk kembali ke sana, meskipun sekarang terlihat sangat berbeda dari yang ia tinggalkan," jelasnya.
Baca Juga Max Verstappen Nilai Sudah Terlambat Ubah Regulasi F1 2026Lawson finis di posisi ketujuh pada GP Belanda, menyumbang enam poin untuk Red Bull. Belum ada konfirmasi apakah Hadjar akan kembali untuk Grand Prix Italia. Keputusan ini menunjukkan kedalaman skuat Red Bull, seperti yang diungkapkan David Coulthard, bahwa mereka bisa menarik pembalap dari tim saudara.
Dengan performa Lawson yang solid, Red Bull kini memiliki lebih banyak opsi untuk masa depan. Namun, pertanyaan besar tetap ada: apakah Hadjar akan pulih tepat waktu, dan bagaimana dinamika tim akan berkembang setelah insiden ini?
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!