Pecco Bagnaia mengaku frustrasi dan gugup setelah menjalani Jumat yang sulit di MotoGP Aragon. Pembalap Ducati Lenovo itu bahkan sempat menenangkan diri sebelum melakukan briefing dengan timnya, menyusul performa yang jauh dari harapan di sirkuit yang sebelumnya menjadi kancah kejayaannya.
Bagnaia hanya mampu finis di posisi ke-13 pada sesi latihan kedua, sementara rekan setimnya, Marc Marquez, kembali tampil kompetitif di posisi depan. Empat pembalap Ducati lainnya berhasil menembus lima besar, tetapi Bagnaia justru terlempar ke kualifikasi pertama (Q1) untuk memperebutkan tempat di sesi kualifikasi utama.
“Saya tidak menyangka performa seburuk ini. Saya berharap bisa lebih cepat,” ujar Bagnaia. “Sayangnya, ada yang berubah dari segi feeling sejak Silverstone. Di Sachsenring saya merasa kami berkembang, tetapi sejak Silverstone saya tidak nyaman di atas motor dan kesulitan melakukan hal-hal normal.”
Pembalap Italia itu mengaku nyaris crash berkali-kali meski melaju lambat. Pada lap terakhir, ia mencoba segalanya untuk menembus sepuluh besar, tetapi melebar di tikungan terakhir. “Saya tidak berhenti di garasi karena saya sangat gugup dan frustrasi dengan diri sendiri karena tidak bisa menyelesaikan satu lap pun dengan bersih. Saya butuh menenangkan diri,” katanya.
Bagnaia menjelaskan bahwa dalam kondisi frustrasi seperti itu, ia bisa mengatakan hal-hal yang tidak dipikirkannya, yang justru dapat mengganggu kerja tim. Ia memilih untuk menarik napas sejenak sebelum kembali berdiskusi dengan kru. “Untungnya, seperti biasa, Alex Marquez membuat perbedaan dalam banyak aspek. Saya harap saya bisa menemukan cara untuk mengikuti apa yang dia lakukan,” tambahnya.
Baca Juga Franco Morbidelli Protes Ketidakadilan Penalti di Dutch GP 2025Masalah utama Bagnaia terletak pada pengereman, entry corner, dan traksi belakang. “Jujur, grip trek terlihat lebih baik karena lebih konsisten. Tetapi bagi saya, saat masuk tikungan, saya kehilangan ban belakang tanpa melakukan apa-apa. Begitu saya membuka gas, 10-15 persen pertama langsung selip,” jelasnya.
Meski demikian, Bagnaia tetap optimistis timnya bisa menemukan solusi. “Tim bekerja dengan baik dan mereka punya ide bagus di atas meja. Saya sangat berharap itu berhasil,” pungkasnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!