Carlos Sainz dengan jujur mengakui bahwa upgrade terbaru telah membawa Aston Martin ke level yang "berbeda liga" dibandingkan Williams di Formula 1 2026. Pengakuan ini muncul setelah pebalap Spanyol itu hanya mampu finis ke-16 di GP Belanda, jauh tertinggal dari Fernando Alonso yang merebut dua poin.
Aston Martin memang sempat menjadi tim tercepat di paruh pertama musim ini. Namun, paket upgrade besar di Hungaria ditambah mesin baru dari Honda yang diperkenalkan di Zandvoort mengubah segalanya. Alonso tampil solid dengan finis kesembilan, sementara Williams harus puas melihat rivalnya melesat di depannya.
Sainz, yang juga sempat terlibat insiden dengan rekan setimnya Alex Albon hingga memaksa yang terakhir mundur, tak menampik realitas pahit yang dihadapi timnya. "Kami cukup sesuai dengan ekspektasi, yaitu di posisi belakang. Saat ini kami hanya lebih cepat dari Cadillac. Anda lihat Aston Martin dalam kecepatan balapan, mereka berada di liga yang berbeda sekarang. Jadi kami tidak bisa melawan mereka. Kami tidak bisa melawan siapa pun, sejujurnya," ujarnya.
Pebalap asal Madrid itu juga menyoroti masalah konsistensi komponen yang mengganggu set-up mobilnya sepanjang akhir pekan di Zandvoort. "Kami mengalami akhir pekan yang sangat sulit di sisi saya dengan beberapa masalah konsistensi pada komponen, yang tidak memungkinkan saya menyetel mobil dengan benar untuk balapan. Kami harus belajar dari ini," tambahnya.
Williams kini tertahan di posisi kesembilan klasemen konstruktor dengan 11 poin, hanya unggul delapan poin dari Aston Martin yang berada di posisi kesepuluh. Sementara Cadillac masih belum mencetak poin dan menjadi juru kunci. Situasi ini jelas menjadi tekanan besar bagi tim Inggris tersebut untuk segera bangkit.
Baca Juga Mercedes Beri Penghormatan untuk Anggota Tim yang Meninggal di GP BelandaMenatap GP Italia di Monza akhir pekan depan, Williams berharap performa mereka membaik. Sirkuit berkecepatan tinggi itu memang selalu menjadi venue favorit tim asal Grove tersebut. Namun, Albon memilih realistis. "Itu selalu menjadi trek yang bagus untuk kami. Downforce rendah, tidak banyak kombinasi tikungan, jadi itu cenderung cocok dengan mobil kami. Kami punya power unit terbaik di grid, jadi itu akan membantu. Tapi saya tidak berharap dapat poin," kata Albon.
Dengan selisih poin yang tipis di papan bawah, persaingan Williams melawan Aston Martin dipastikan akan semakin seru. Akankah Monza menjadi titik balik bagi Williams, atau Aston Martin justru semakin menjauh? Kita tunggu saja aksinya di GP Italia.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!