Jakarta, Nusantara Media – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas. Presiden AS Donald Trump kembali mengeraskan ancamannya terhadap Tehran dengan mengancam serangan besar-besaran terhadap infrastruktur kritis Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.
Dalam unggahan di media sosial pada hari Minggu (5 April 2026) yang penuh dengan kata-kata kasar, Trump menulis: “Selasa akan menjadi Power Plant Day, dan Bridge Day, semuanya menjadi satu di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!”
Pesan langsung Trump kepada pemimpin Iran berbunyi: “Buka Selat Hormuz yang f------ itu, kalian gila b-------, atau kalian akan hidup di neraka – TONTON SAJA!”
Ancaman ini disampaikan menjelang batas waktu Senin yang ditetapkan Trump. Ia mengancam akan menghancurkan sumber daya energi Iran, termasuk kemungkinan pabrik desalinasi yang memasok air minum bagi penduduk, jika jalur perairan vital tersebut tetap tertutup. Selat Hormuz merupakan jalur pengiriman minyak dunia yang sangat strategis.
Iran melalui markas Khatam al-Anbiya mengancam akan meningkatkan serangan terhadap fasilitas minyak dan infrastruktur sipil jika AS dan Israel kembali menyerang target sipil Iran.
Menurut kantor berita resmi IRNA, Iran mengklaim telah menyerang beberapa fasilitas minyak dan infrastruktur di Israel serta negara-negara Teluk Arab sebagai balasan atas serangan udara Israel terhadap kompleks petrokimia terbesar Iran.
“Jika kalian melakukan agresi lagi dan menyerang fasilitas sipil, respons kami akan lebih keras,” tegas juru bicara tersebut.
Iran juga mengklaim berhasil menghancurkan empat pesawat AS selama operasi penyelamatan awak pesawat tempur yang ditembak jatuh Jumat lalu. Klaim tersebut mencakup dua pesawat angkut militer C-130 dan dua helikopter Black Hawk di provinsi Isfahan. Iran bahkan menayangkan video yang disebut sebagai puing-puing pesawat AS beserta asap hitam tebal. Namun, klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Sementara itu, Uni Emirat Arab (UAE) melaporkan serangan puluhan rudal dan drone dari Iran. Kementerian Pertahanan UAE menyebutkan 60 proyektil yang ditembakkan, termasuk 9 rudal balistik, 50 drone, dan 1 rudal jelajah. Total proyektil yang telah menargetkan UAE sejak perang berlangsung mencapai 507 rudal balistik, 24 rudal jelajah, dan 2.191 drone.
Di Kuwait, serangan drone Iran memicu kebakaran di fasilitas minyak dan petrokimia. Kuwait Petroleum Corporation menyebut kerusakan yang ditimbulkan sebagai “signifikan”.
Penutupan Selat Hormuz berpotensi mengganggu pasokan minyak global hingga seperlima kebutuhan dunia, sehingga memicu lonjakan harga minyak dan ketidakstabilan ekonomi internasional. Ancaman Trump dan respons balasan Iran menunjukkan eskalasi konflik yang semakin tidak terkendali di kawasan Timur Tengah.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!