Malaysia, Nusantara Media  – Memasuki hari keempat, Markas Besar Maritim Negeri Perak melalui Sub Pusat Penyelamatan Maritim (MRSC) Langkawi, terus mengintensifkan Operasi Pencarian dan Penyelamatan (OP CARILAMAT). Operasi ini bertujuan menemukan 7 imigran gelap (PATI) asal Indonesia yang masih hilang setelah kapal yang mereka tumpangi diduga tenggelam di perairan barat Pulau Pangkor, Perak, pada 11 Mei lalu.

Insiden tenggelamnya kapal yang diduga mengangkut total 37 warga negara Indonesia (WNI) ini terjadi di posisi sekitar 8,2 mil laut sebelah barat Pulau Pangkor.

Direktur Maritim Negeri Perak, Kapten Maritim Mohamad Shukri Bin Khotob, menyatakan bahwa area pencarian terus diperluas untuk memaksimalkan peluang penemuan korban.

- Advertisement -

"Pada hari ketiga, area pencarian telah diperluas hingga mencapai 343,8 mil laut persegi dari lokasi kejadian. Operasi dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan kerja sama berbagai instansi terkait untuk memastikan seluruh korban dapat segera ditemukan," jelas Kapten Mohamad Shukri.

Lebih lanjut, ia memaparkan fokus operasi pada hari keempat. “Memasuki hari keempat, operasi difokuskan pada area pencarian seluas 219,01 mil laut persegi, khususnya pada sektor di mana jenazah beberapa korban ditemukan pada hari kedua. Badan Penegakan Maritim Malaysia (Maritim Malaysia) beserta seluruh mitra tetap berkomitmen menjalankan operasi ini hingga seluruh korban ditemukan,” tegasnya.

Untuk mendukung jalannya operasi, Pangkalan Depan Carilamat (PHC) telah didirikan di Dermaga Pasukan Polis Marin (PPM) di Kg. Aceh, dan beroperasi sejak pukul 07.30 pagi.

Dalam operasi gabungan ini, Maritim Malaysia telah mengerahkan kapal KM Malawali dan Kapal Perkasa 1238. Upaya pencarian turut dibantu oleh aset-aset Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (RMN) seperti KD Sri Indera Satti, FCB 1002, FCB 1030, helikopter Fennec, serta aset Kepolisian Maritim (PPM) yakni PSC 16 dan PSC 24. Selain itu, masyarakat nelayan setempat juga ikut membantu proses pencarian.

Berdasarkan data terkini, dari total 37 penumpang, sebanyak 23 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Korban selamat terdiri dari 16 laki-laki dan 7 perempuan. Saat ini, tim gabungan masih bekerja keras melakukan pencarian aktif terhadap 7 korban lainnya yang dilaporkan masih hilang.