Pabrikan asal Jepang, Toyota, kembali menegaskan dominasinya di kancah balap ketahanan dunia setelah sukses mengamankan hasil finis satu-dua yang meyakinkan pada ajang 6 Jam Barcelona 2026. Penampilan impresif ini tidak hanya mengamankan kemenangan seri penultima FIA WEC musim ini, tetapi juga memastikan gelar juara dunia konstruktor jatuh ke tangan pabrikan asal Negeri Sakura tersebut dengan menyisakan satu balapan pemungkas.
Kemenangan gemilang di Circuit de Barcelona-Catalunya ini dipersembahkan oleh mobil Hypercar GR010 nomor 8 yang digawangi oleh trio pembalap berpengalaman, Brendon Hartley, Ryo Hirakawa, dan Sebastien Buemi. Sepanjang jalannya lomba, mobil nomor 8 ini terus mendapat tekanan ketat dari mobil saudari kembar mereka yakni nomor 7 yang dikemudikan oleh Kamui Kobayashi, Nyck de Vries, dan Mike Conway, yang akhirnya harus puas menempati posisi kedua di garis finis.
Kedua armada pabrikan Jepang tersebut langsung melesat ke barisan terdepan sejak tikungan awal dan tidak memberikan celah sedikit pun kepada para rival untuk memimpin perlombaan. Kondisi cuaca sempat menjanjikan jalurnya drama ketika aspal sirkuit terpantau lembap akibat sisa hujan pada dua jam pertama balapan. Namun, lintasan yang berangsur-angsur mengering di bawah langit mendung membuat jalannya lomba berlangsung relatif bersih tanpa insiden besar maupun kejutan berarti yang mampu merubah peta kekuatan.
Sementara itu, Ferrari menjadi satu-satunya kekuatan yang mampu memberikan perlawanan berarti di tengah dominasi armada asal Jepang tersebut. Membawa mobil nomor 50, tim Kuda Jingkrak tampil solid dan konsisten mengamankan posisi ketiga podium, sebuah hasil manis yang disambut antusias oleh Miguel Molina yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri. Di sisi lain, nasib kurang beruntung harus diterima oleh mobil nomor 51 yang sempat merangsek ke posisi keempat sebelum akhirnya terlempar ke barisan belakang akibat kendala teknis serta kerugian strategi saat periode Full Course Yellow.
Baca Juga Robert Kubica Ungkap Kisah Unik Dibalik Kemenangan Le MansDi barisan papan tengah, sejumlah pabrikan besar justru harus berjuang keras mengatasi masalah cengkeraman ban di atas lintasan yang licin. Genesis yang memulai lomba dari posisi start ideal gagal mempertahankan keunggulan setelah kesulitan beradaptasi dengan kondisi trek, sementara BMW juga harus puas tertahan di papan bawah akibat masalah tekanan ban dan strategi pit stop tambahan. Dengan hasil ini, seluruh fokus dunia balap ketahanan kini beralih menuju seri pemungkas di Monza.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!