Dominasi mutlak kembali ditunjukkan oleh Toyota dalam ajang FIA World Endurance Championship (WEC) seri 6 Jam Barcelona. Melalui penampilan yang sangat solid dan penuh perhitungan matang di berbagai kondisi cuaca, pabrikan asal Jepang tersebut sukses mengunci gelar juara dunia pabrikan kedelapan mereka setelah mobil nomor 8 dan nomor 7 finis di posisi satu-dua terdepan secara meyakinkan.
Balapan yang dihelat di sirkuit Catalunya ini menyajikan drama sejak awal, dimulai dari lintasan yang basah akibat diguyur hujan sebelum perlahan-lahan mengering seiring berjalannya durasi enam jam. Mobil Ryo Hirakawa yang berbagi kokpit bersama Sebastien Buemi dan Brendon Hartley berhasil melintasi garis finis pertama. Mereka unggul tipis hanya 0.583 detik di depan mobil saudari nomor 7 yang dikemudikan oleh Nyck de Vries, Mike Conway, dan Kamui Kobayashi.
Jalannya lomba tidak serta-merta berjalan mulus bagi peraih kemenangan. Genesis Magma Racing sempat memberikan ancaman nyata di awal setelah merebut posisi start terdepan melalui sesi kualifikasi yang impresif. Dani Juncadella yang mengemudikan mobil nomor 19 sempat memimpin jalannya balapan selepas start. Namun, sebuah kesalahan krusial di Tikungan 5 membuat pebalap asal Spanyol tersebut melebar ke area gravel, memberikan keuntungan besar bagi Buemi untuk mengambil alih pimpinan lomba.
Kendala juga sempat dialami oleh kubu juara bertahan ketika mobil nomor 8 diganjar penalti waktu lima detik akibat pelanggaran prosedur start. Meski demikian, kerja keras para pebalap di atas lintasan mampu menutupi kekurangan tersebut. Hartley tampil luar biasa saat trek mulai mengering, melakukan manuver penting melewati Conway usai menggunakan ban jenis slick, dan mengembalikan posisi teratas ke tangan kru mobil nomor 8.
Baca Juga Toyota Menangi WEC 6 Jam Barcelona dan Kunci Gelar Juara DuniaDi barisan belakang, persaingan ketat juga terjadi dalam perebutan podium tersisa. Ferrari melalui mobil nomor 50 yang digawangi oleh Miguel Molina, Antonio Fuoco, dan Nicklas Nielsen mampu bangkit dari posisi start kedelapan untuk mengamankan tangga ketiga. Kendati demikian, jarak waktu sekitar 39 detik di belakang sang juara membuktikan betapa dominannya paket kecepatan yang dimiliki oleh kendaraan garapan pabrikan Jepang tersebut sepanjang akhir pekan.
Hasil gemilang di Barcelona ini tidak hanya mengamankan titel konstruktor secara matematis, tetapi juga semakin memperkokoh posisi puncak klasemen pebalap bagi kru mobil nomor 8 jelang seri penutup musim yang akan segera dilangsungkan di Monza. Konsistensi dan ketahanan teknis sekali lagi menjadi kunci utama kesuksesan skuad dalam menghadapi ketatnya persaingan kelas Hypercar musim ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!