Otmar Szafnauer, sosok yang pernah memimpin Force India, Aston Martin, dan Alpine, mengaku masih membuka peluang untuk kembali ke Formula 1. Namun, pria berusia 62 tahun itu memberi sinyal bahwa peran yang diinginkannya mungkin bukan lagi sebagai team principal.

Dalam wawancara di podcast High Performance Racing, Szafnauer mengungkapkan bahwa dirinya merindukan atmosfer kompetitif F1, meski tidak merindukan perjalanan dan hal-hal lain yang menyertainya. "Yang saya rindukan adalah sisi kompetitif Formula 1. Yang tidak saya rindukan adalah perjalanan dan hal-hal lainnya," ujarnya.

Szafnauer, yang kini menjabat sebagai CEO Van Amersfoort Racing dan turut mengembangkan aplikasi EventR, menegaskan bahwa dirinya hanya akan kembali jika bisa memberi nilai tambah. "Jika saya bisa bermanfaat untuk memperbaiki atau membangun tim... tapi harus di level yang tepat, dan saya harus menambah nilai, tidak harus sebagai team principal karena saya sudah pernah melakukannya," katanya.

- Advertisement -

Ia juga menyoroti tren terkini di paddock, di mana banyak tim principal yang berasal dari latar belakang race engineer. Menurutnya, keterampilan yang dimiliki para insinyur balap itu berbeda dengan yang dibutuhkan seorang pemimpin tim yang sukses. "Dengan segala hormat, sebagian race engineer memiliki keterampilan yang berbeda dari yang saya pikir dibutuhkan untuk menjadi team principal yang sukses," jelasnya.

Mengenang kepergiannya dari Aston Martin setelah kedatangan Martin Whitmarsh sebagai CEO grup, Szafnauer mengkritik struktur kepemimpinan yang tumpang tindih. "Saya adalah CEO dan team principal. Dia datang sebagai group CEO. Dalam hitungan minggu, dia mengambil sekitar 80% tanggung jawab saya. Dia bilang, 'Kamu bisa kerjakan 20% sisanya di sirkuit,' dan saya pikir Anda tidak bisa punya dua paus," ungkapnya.

Sejak ditinggalkan Alpine setelah Grand Prix Belgia 2023, Szafnauer telah menjelma menjadi co-host podcast bersama Jake Humphrey dan Rob Smedley. Kini, dengan pengalaman panjangnya, ia menunggu tawaran yang tepat untuk kembali ke F1, meski dengan peran yang mungkin berbeda.