Nico Rosberg menunjuk satu penghalang besar yang bisa menggagalkan Kimi Antonelli merebut gelar juara dunia Formula 1 2026. Bukan kecepatan, bukan rival, melainkan perang di dalam kepala sendiri.
Pembalap Mercedes berusia 20 tahun itu kini memimpin klasemen dengan keunggulan 81 poin atas rekan setimnya, George Russell, dengan sembilan balapan tersisa. Lewis Hamilton dari Ferrari tertinggal 101 poin, sementara juara bertahan Lando Norris dari McLaren berjarak 106 poin. Secara matematis, Antonelli berada di jalur juara termuda sepanjang sejarah F1.
Namun Rosberg, juara dunia 2016, tahu betul bagaimana tekanan bisa mengubah segalanya. Dalam wawancara di The F1 Show Sky Sports, ia mengingatkan bahwa menjadi favorit justru seringkali lebih sulit daripada menjadi penantang.
"Saya tahu bagaimana pikiran saya mulai bermain-main ketika saya menjadi favorit besar," ujar Rosberg. "Ketika Anda benar-benar favorit, seperti dia sekarang, rasanya seperti, 'ya Tuhan, ini benar-benar milikku. Aku tidak boleh mengacaukannya, aku tidak boleh membuat kesalahan bodoh dan tidak perlu sekarang karena gelar juara dunia sudah di depan mata'."
Menurut Rosberg, begitu pikiran seperti itu muncul, rasa takut akan membuat kesalahan justru menghantui. "Itu benar-benar sulit untuk tidak membuat kesalahan dan tetap berada di depan, kualifikasi demi kualifikasi, dan tidak menabrak dinding," tambahnya. "Kemudian pikiran Anda mulai kacau, dan itu mengurangi kapasitas konsentrasi untuk mengemudi dengan baik."
Baca Juga Ukraina Ajukan Protes Resmi ke FIA soal Pencabutan Larangan Pembalap RusiaRosberg berbicara dari pengalaman pahit. Pada 2016, ia bersaing ketat dengan Hamilton hingga balapan terakhir di Abu Dhabi. Ia menang tipis lima poin, tetapi gelar itu menguras mentalnya hingga ia memutuskan pensiun beberapa hari kemudian. "Empat balapan terakhir, itulah saat pikiranku benar-benar kacau. Aku tidak bisa meraih pole atau menang lagi karena kapasitas mentalku untuk mengemudi turun 30 persen," kenangnya.
Bagi Antonelli, yang telah mengejar mimpi ini sejak usia delapan tahun, tekanan itu nyata. Rosberg menegaskan bahwa sekarang lawan terberatnya adalah dirinya sendiri. "Ini benar-benar dia melawan pikirannya sendiri. Kita lihat bagaimana kelanjutannya," tutupnya.
Dengan sembilan balapan tersisa, pertarungan mental Antonelli akan menjadi tontonan menarik. Jika ia mampu mengatasi tekanan, gelar juara dunia termuda akan menjadi miliknya. Jika tidak, sejarah bisa berubah dalam sekejap.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!