Carlos Sainz menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mempertimbangkan untuk meninggalkan tim Williams di Formula 1, setelah menandatangani kontrak baru untuk musim 2027 pekan lalu, bersama rekan setimnya Alexander Albon. Pernyataan ini sekaligus mematahkan rumor yang mengaitkannya dengan pabrikan asal Jerman, Audi.
Musim 2026 memang menjadi ujian berat bagi tim legendaris asal Inggris itu. Mobil FW48 terus kehilangan performa dan gagal mencetak poin dalam enam seri terakhir. Kondisi ini sempat membuat prinsipal tim, James Vowles, khawatir tidak mampu mempertahankan duo pembalapnya. Namun, Sainz justru menunjukkan loyalitasnya di tengah badai.
“Tidak, itu hanya rumor paddock biasa. Saya bisa konfirmasi bahwa tahun ini saya tidak pernah serius mempertimbangkan untuk pergi ke tempat lain,” ujar Sainz dalam wawancara eksklusif dengan Motorsport.com. Pernyataan ini sekaligus menjawab spekulasi yang sempat mengaitkannya dengan kursi kosong di tim asal Hinwil tersebut.
Berbeda dengan Albon yang hanya menandatangani kontrak satu tahun, Sainz mendapatkan kontrak “multi-tahun” yang mengisyaratkan durasi hingga setidaknya 2028. Meski demikian, ia enggan berkomentar banyak ketika ditanya apakah kesepakatan ini menutup peluangnya bergabung dengan tim papan atas di masa depan.
“Proses yang biasa adalah, sebelum menandatangani kontrak, Anda selalu menilai situasi secara keseluruhan. Tetapi ketika kami meletakkan semuanya di atas meja, muncul aspek lain yang sangat penting bagi saya: Saya tidak pernah suka meninggalkan tim ketika sedang melalui masa sulit,” jelas Sainz. “Bukan karakter saya untuk pergi ke tempat lain jika situasinya justru memburuk sejak saya bergabung.”
Baca Juga Verstappen Beruntung Hindari Kecelakaan Beruntun di GP Belanda, Kata RosbergPembalap asal Spanyol itu juga menegaskan bahwa dirinya siap menerima tantangan bersama Williams, meskipun saat ini tim sedang berjuang keras untuk bangkit. “Tidak ada seorang pun di tim yang senang dengan situasi saat ini, dan kami semua mendorong untuk mengubahnya secepat mungkin. Tetapi, seperti yang saya katakan, bukan sifat saya untuk meninggalkan kapal ketika keadaan menjadi sulit,” tambahnya.
Keputusan Sainz untuk bertahan di tengah kesulitan menunjukkan komitmen jangka panjangnya terhadap proyek yang sedang dibangun Vowles. Ini juga menjadi sinyal kuat bahwa Williams masih mampu menarik pembalap top meski sedang terpuruk, sekaligus memberikan stabilitas yang dibutuhkan tim untuk bangkit dari keterpurukan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!